Berita

Pria Ini Diringkus dengan 8 Paket Sabu: Ngaku Peroleh Sabu dari Lapas Sibolga

TAPTENG, FaseBerita.ID – Ditangkap polisi dengan barang bukti 8 bungkus narkotika jenis sabu, DRH (24) warga Kelurahan Budi Luhur, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah (Tapteng) mengaku memperoleh sabu dari oknum warga binaan di Lapas Klas II A Sibolga.

Kapolres Tapteng AKBP Sukamat melalui Paur Humas Polres Tapteng Iptu Rensa Sipahutar mengatakan, penangkapan terhadap DRH dilakukan personil Polsek Pandan dan Brimob yang merupakan ajudan Bupati Tapteng pada Jumat (27/9/2019) sekira pukul 21.30 WIB.

“Pelaku ditangkap di Lingkungan III Kelurahan Budi luhur, Kecamatan Pandan, Tapteng,” ujar Rensa kepada wartawan melalui keterangan tertulisnya.

Setelah mengamankan DRH, lanjut Rensa, petugas pun langsung mengamankan sejumlah barang bukti.

“Barang bukti 8 bungkus sabu dalam plastik kecil dengan berat 1,8 gram, sebuah timbangan elektrik, 1 unit HP Nokia warna Putih, 2 buah dompet kecil, masing-masing berwarna krim corak dan biru bintik, uang Rp120 ribu, 4 plastik kecil warna putih dan sebuah sendok terbuat dari pipet air mineral,” tuturnya.

Masih kata Rensa, kepada petugas DRH menerangkan bahwa sabu-sabu tersebut diperolehnya dari seorang Napi Lapas Sibolga berinisial ARS pada Selasa (24/9) sekira pukul 21.00 WIB, sebanyak 5 gram.

“Adapun cara tersangka mendapat sabu-sabu tersebut, awalnya mereka berhubungan melalui HP. Lalu tersangka memasuki komplek Lapas lalu ARS memasukkan sabu-sabu ke dalam bungkus rokok bersama batu kecil yang kemudian di lempar dari dalam Lapas,” ucap Rensa.

Usai mendapat sabu-sabu dari Napi Lapas Sibolga itu, maka DRH menjualkan sabu-sabu tersebut dalam paket plastik kecil. “Pada Jumat (27/9/2019) tersangka menyetor/membayar uang sebesar Rp3 juta melalui perantara seorang napi yang bertugas menjadi tukang parkir,” kata Rensa.

Sementara, Kalapas Sibolga melalui KPLP Sibolga Igusti Lanang saat dikonfirmasi, Minggu (29/9) terkait hal itu, mengatakan akan menunggu hasil penyelidikan polisi akan kasus tersebut. “Kita menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian,” ucap Igusti. (dh)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker