Berita

Prasasti di Gedung TIC Dipindah, Ini Kata DPRD…

SIANTAR, FaseBerita.ID – Pemindahan sebuah prasasti di gedung Tourism Information Centre (TIC) Dinas Pariwisata Pematangsiantar dikritik Komisi I DPRD dalam rapat Komisi I dengan mitra Dinas Pariwisata Siantar.
Komisi I DPRD menggelar rapat dengan mitra kerja Dinas Pariwisata dalam pembahasan R APBD 2020, Jumat (15/11/2019) lalu.

Dalam pembahasan rencana kerja anggaran Dinas Pariwisata, anggota Komisi I meminta agar PAD 2020 di dinas itu dinaikkan. Karena dinilai terlalu rendah dibanding tahun 2016.

Anggota Komisi I Tongam Pangaribuan mempertanyakan kondisi Gedung TIC yang tidak produktif. Sementara, kata dia, ada pembangunan bersumber dari DAK.

Dalam menanggapi pertanyaan tersebut, Kusdianto mengaku Gedung TIC saat ini sedang dalam tahapan renovasi, dengan penambahan beberapa ruangan.

“Selama ini, gedung diserahkan kepada pengurus Dekranas Dewan Kerajinan Nasional Daerah Siantar. Jadi yang mengisi kegiatan disitu nanti Dekrasnada, yang diketuai Ibu Wali. Jadi diatas itu nanti kita akan buat cendramata, untuk menopang visi misi kita di ruangan itu,” ujar PLH Sekda Siantar.

“Kalau di atas ada panggung, jadi rencana tiap bulan itu ada kesenian. Nah itu lah, kalau ganti pakaian dimana, itulah disiapkan ruang gantinya untuk mengisi kegiatan disitu,” ujar Kusdianto.

Mendengar penjelasan Kusdianto, tiba-tiba Tongam Pangaribuan menanyakan letak prasasti pengibaran bendera merah-putih pertama di Siantar di kompleks gedung TIC, Jalan Merdeka Pematangsiantar.

“Apakah prasasti tersebut di ruang ganti,” ujarnya sembari mengatakan agar diperjelas apakah prasasti tersebut di geser.

Pergeseran lokasi prasasti yang diutarakan Kusdianto langsung ditanggapi Wakil Ketua Komisi I, Boy Iskandar Worongan.

“Bapak tahu apa dasar prasasti itu dibangun. Apa dasar prasasti itu dibangun Pak,” tanya Boy kepada Kusdianto.
Setelah penjelasan itu, Anggota Fraksi PAN Persatuan Indonesia ini menyebut perpindahan itu adalah pengaburan sejarah.

“Apa itu gak sebuah pengaburan sejarah? Tanya Boy.

Kusdianto menjelaskan pihaknya hanya melakukan perpindahan untuk memperindah lokasi.

“Mungkin sebuah bangunan sejarah juga butuh konsep dan perencanaan. Hanya niatan kami memperindahnya, biar bagaimana orang tertarik melihat prasasti itu,” sebutnya. (mag 04)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close