Berita

Prakiraan BMKG: Malam Pergantian Tahun Berpotensi Hujan

JAKARTA, FaseBerita.ID – Pertimbangkan dengan matang jika ingin merayakan malam pergantian tahun di luar rumah. Berdasar prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMGK), hujan deras akan tetap mewarnai langit sampai akhir 2019.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono R Prabowo mengungkapkan bahwa potensi hujan deras disertai angin kencang diprediksi terjadi dalam periode 29 hingga 31 Desember 2019. ”Jadi, tiga hari terakhir di tahun 2019 BMKG melihat ada massa udara basah lapisan rendah yang terkonsentrasi di sebagian besar Sumatera, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara,” kata Prabowo kemarin (29/12).

Sebagian besar jalur mudik juga terpantau berada pada wilayah dengan potensi hujan. Hari ini (30/12) (kemarin, red) hujan akan merata mulai Sumatera Barat, Lampung, Jawa Barat, Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, serta Sulawesi bagian tengah dan tenggara. Sedangkan wilayah khusus dengan potensi hujan dan angin kencang terbentang mulai Aceh, Sumatera bagian utara hingga selatan, Bangka Belitung, Jabodetabek, Jateng, Jatim, Jogjakarta, Nusa Tenggara hingga sebagian Kalimantan, Maluku, dan Papua.

Di pengujung tahun atau Selasa (31/12), potensi hujan terbentang mulai Sumatera bagian utara ke selatan, Banten, Bali, Kalimantan bagian tengah dan timur, serta Sulawesi bagian selatan, tengah, dan tenggara. Potensi hujan dan angin kencang diperkirakan berada di wilayah mulai Aceh hingga Sumatera Selatan, Jabar, Jateng, Jatim, Jogjakarta, Bali, NTT dan NTB, Kalimantan Barat, Utara, dan Selatan, serta Maluku dan Papua.

Curah Hujan Meningkat Pada 2020

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati memprediksi bahwa curah hujan pada 2020 akan mengalami peningkatan. Diperkirakan, curah hujan akan meningkat mulai dari bulan Januari hingga Maret.

Dwikorita mengatakan, pihaknya memprediksi puncak curah hujan bakal meningkat pada Februari dan Maret 2020. Namun, hal ini tidak terjadi secara merata di seluruh Indonesia.

“Ini tidak serempak di seluruh Indonesia, jadi secara bertahap. Curah hujan mulai tinggi dibulan Januari sampai Maret terutama di bagian selatan pulau Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian tengah, Sulawesi dan Papua,” ucapnya dalam acara Refleksi Bencana Tahun 2019 dan Proyeksi Bencana 2020, di Gedung BNPB, Jakarta, Senin (30/12).

Berdasarkan prediksi BMKG, curah hujan sepanjang 2020 cenderung sama dengan pola normal klimatologinya, yaitu tidak ada anomali. Hujan yang turun cenderung seperti curah hujan rata-rata 30 tahun terakhir.

Dwikorita menambahkan, karena awal musim hujan dimulai pada November 2019 kemarin, maka hujan diprediksi akan turun pada jelang Tahun Baru nanti. “Artinya sampai Tahun Baru nanti masih hujan,” pungkasnya. (jp)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button