Berita

Posma Sitorus Kalah!! Hakim Tolak Gugatan Praperadilan

FaseBerita.ID – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Posma Sitorus kalah di Pengadilan Negeri (PN) Pematangsiantar. Majelis hakim menolak gugatan praperadilan yang diajukan tersangka korupsi proyek Smart City tahun 2017 senilai Rp400 juta itu.

Posma Sitorus memang tidak terima ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Pematangsiantar.

Melalui kuasa hukumnya, Posma berpendapat penetapan statusnya sebagai tersangka sangat prematur dan tidak memenuhi unsur.

Baca juga: Diperiksa Jaksa, Acai Tidak Ditahan

Selanjutnya Posma melayangkan gugatan praperadilan ke PN Pematangsiantar. Atas gugatan itu, Selasa (27/8/2019) majelis hakim memutuskan penetapan tersangka yang dilakukan Kejari sudah memenuhi unsur.

Setelah adanya putusan tersebut, Kejari Pematangsiantar akan melanjutkan proses penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi dan akan kembali memanggil Posma.

Sebelumnya, Posma dua kali mangkir dari panggilan pihak kejaksaan. Alasan pertama, ia sedang berada di luar kota. Alasan selanjutnya, ia sedang dalam kondisi sakit.

Selain Posma, Kejari Pematangsiantar juga menetapkan Sekretaris Dinas Kominfo Pematangsiantar Acai Sijabat sebagai tersangka kasus yang sama. Acai sendiri, sudah pernah diperiksa, namun tidak ditahan. Jaksa beralasan, Acai kooperatif.

Namun ternyata, Jumat (23/8/2019) pekan lalu, mengikuti langkah atasannya, Acai juga mengajukan gugatan praperadilan ke PN Pematangsiantar. Alasannya sama, Acai tidak terima ditetapkan sebagai tersangka dengan alasan tidak memenuhi unsur.

Baca juga: Ini Kata Walikota Hefriansyah Status Kadis dan Sekretaris Kominfo…

Terpisah, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Pematangsiantar Dostom Hutabarat membenarkan gugatan praperadilan yang dilayangkan Posma Sitorus telah ditolak oleh PN Pematangsiantar. Dengan demikian pihaknya akan melanjutkan kasusnya hingga melimpahkan berkas perkara ke pengadilan.

“Kita akan dalami lagi kasusnya. Ini kan kerja tim, jadi akan kita rapatkan lagi dengan tim,” katanya.

Terkait penahanan terhadap Posma mengingat yang bersangkutan kerap mangkir dari panggilan jaksa, Dostom hanya mengatakan, “Itu kan hak tersangka, kita menghargai hak dia. Yang penting kan kami di sini tidak sewenang-wenang dan tidak menzolimi orang.”

Dostom menambahkan, pihaknya akan kembali memanggil Posma. Hanya saja, jadwalnya belum ditentukan.

“Kita akan lakukan pemanggilan kembali terhadap Posma. Kita dan kita akan lakukan pemberkasan dulu, baru kita limpahkan ke jaksa peneliti. Kan ada jaksa peneliti. Setelah P21 (lengkap), baru kita serahkan ke pengadilan,” sebutnya.

Sementara soal Acai yang juga telah mengajukan gugatan praperadilan, Dostom mengatakan pihaknya hanya akan menunggu jadwal sidang dari PN Pematangsiantar. (mag-04)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button