HUT RI
Berita

Polres Tapteng Razia Rumah Kos-Kosan

TAPTENG, FaseBerita.ID – Pasca digerebeknya terduga teroris di Kota Sibolga, personil Polres Tapanuli Tengah melaksnakan razia di sejumlah kos-kosan di Kecamatan Pandan, Rabu (13/3) malam.

Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Sukamat melalui Perwira Pengawas (Pawas) AKP Sofyan Nasution mengatakan, pihaknya malakukan razia kerumah kos-kosan ini bertujuan untuk menciptakan suasana kondusif dan pastinya mengantisipasi warga pendatang yang tak memiliki identitas lengkap. “Guna mengantisipasi adanya pendatang gelap atau teroris serta peredaran narkoba juga. Namun dalam razia kali ini, kita tidak menemukan orang-orang yang dicurigai sebagai teroris atau penghuni kos-kosan yang melakukan hal-hal yang mencurigakan,” jelas Sofyan.

Dalam razia itu, sambung Sofyan, pihaknya melakukan razia dengan sasaran tempat kos-kosan antara lain sebanyak 8 pintu atau rumah milik Sakban Panggabean di Lingkungan 4 Sihaporas Nauli, Kecamatan Pandan. “Kemudian sebanyak 5 pintu atau rumah sewa milik Mangondi, di Lingkungan 4 Pasar Baru Kecamatan Pandan dan sebanyak 4 pintu rumah kos-kosan atau rumah sewa milik Jon Panggabean di Linkungan 5 Sibuluan Nauli Kecamatan Pandan,” bebernya.

Sofyan menambahkan, dalam pelaksanaan razia itu personil Polres Tapteng didampingi Kepling Lingkungan 4 Sihaporas Nauli Masril Panggabean,  Kepling Lingkungan 4 Pasar Baru Paulus Marbun dan Kepling Linkungan 5 Sibuluan Nauli Terang Silitonga. “Artinya kita bersama-sama dengan perangkat pemerintahan menanyakan identitas penyewa kos/rumah sewa, untuk mengantisipasi penduduk luar yang masuk tanpa memiliki identitas diri,” tegas Sofyan.

Menurutnya, dalam razia itu pihaknya juga mengimbau warga yang kos atau menyewa dirumah sewa untuk melaporkan diri kepada Kepling dan melengkapi identitas diri sebagai warga setempat. “Kami juga meminta para Kepling untuk aktif menjumpai apabila ada warga baru yang datang. Bila ada yang mencurigai segera melaporkannya kepada pihak kepolisian,” tandasnya seraya mengatakan razia itu digelar hingga pukul 23.30 WIB.

Amatan wartawan, kedatangan polisi berpakaian dinas dan pakaian preman itu membuat para penghuni kos-kosan kaget. Mereka terkejut saat banyak polisi dan aparat pemerintah mendatangi tempat tinggal mereka. Namun setelah dijelaskan tujuannya, penghuni kos memaklumi dan mereka tidak keberatan saat petugas melakukan pemeriksaan identitas. (ril/rb)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button