Berita

Polres Siantar Siaga I: Wajib Bawa KTP, Petugas Dibekali Anti Peluru

SIANTAR, FaseBerita.ID – Peristiwa bom bunuh diri di Polrestabes Medan membuat Polres Siantar Siaga 1. Penjagaan semakin diperketat hingga ke polsek-polsek. Bahkan setiap pengujung diwajibkan menunjukkan KTP, dan petugas dibekali rompi anti peluru.

Hal tersebut menyikapi hal-hal yang tidak diinginkan dan demi keamanan masyarakat saat berkunjung ke Mapolres Siantar.

Bahkan, dekat pintu gerbang masuk maupun gerbang keluar di Mapolres Siantar di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, dijaga personel dilengkapi senjata api, baik senjata api laras panjang juga laras pendek. Bahkan personel juga dibekali rompi anti peluru.

“Kita perketat penjagaan Mapolres ini permanen. Bahkan di Polsek-Polsek Siantar juga diperket. Jadi Kapolda langsung yang memerintah kami untuk penjagaan ketat itu. Baik di Polres maupun Polsek,” kata Kasat Sabhara melalui Kasubbag Humas Polres Siantar Iptu Rusdi Ahya di ruangannya.

Sejauh ini polres dan jajaran polsek terlihat masih aman dan kondusif. Bahkan seluruh personel juga sudah meningkatkan kewaspadaan.

Baik saat bertugas di lapangan, tak ada anggota polisi yang bekerja sendirian. “Artinya saling mengawasi,” ujarnya.

Meski pengawasan diperketat, Humas memastikan bahwa personel tetap melaksanakan tugas dan menjaga keamanan ketertiban masyarakat dan pelayanan sebagaimana biasanya.

“Dihari keempat ini, keamanan dan ketertiban masih berjalan seperti biasanya. Tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan. Pengunjung juga kita mintai KTP saat mau masuk ke polres dan polsek. Kemudian, pengunjung kami berikan tanda seperti bet tamu,” terangnya.

Dia mengatakan, hingga Senin (18/11/2019), paling banyak pengunjung yang datang rata-rata pengunjung yang mau membuat SKCK saja. Juga pengunjung yang hendak menjenguk tahanan.

“Itu masih ada dua orang saja, karena sebagian tahanan di RTP sudah semuanya dibawa ke lapas kelas ll A Pematangsiantar,” pungkasnya.

Polisi Tetapkan 23 Tersangka

Polisi menetapkan 23 orang sebagai tersangka terkait bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Ke-23 orang itu sudah diamankan polisi.

“Sampai saat ini sudah 23 tersangka yang sudah diamankan,” kata Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto di RS Bhayangkara, Senin (18/11/2019).

Dari 23 orang tersangka itu, 3 orang disebut sudah tewas. Sementara, 15 orang sudah diamankan di Polda Sumut dan 5 orang di Mako Brimob Sumut.

“Tiga kan meninggal, 15 di Mapolda, 5 di Mako Brimob” ujar Agus.

Dia meminta masyarakat tetap waspada. Warga juga diminta aktif melaporkan ke aparat jika ada orang-orang dengan tindakan mencurigakan.

4 Orang Menyerahkan Diri

Empat terduga teroris anggota kelompok serangan bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Sumatera Utara menyerahkan diri.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyampaikan, keempatnya berinisial W alias Yunus, DS, IF, dan DS alias Hendro. Mereka menyerahkan diri ke Polsek Hamparan Perak.

“Terlibat langsung kelompok JAD dengan amir Y,” tutur Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (18/11/2019).

Dedi menyebut, W alias Yunus berperan sebagai penyimpan senjata api rakitan yang dititipkan terduga teroris lainnya. Dia juga mengikuti pelatihan militer di Gunung Sibayak.

Termasuk juga DS, IF, dan DS alias Hendro. Keempat terduga teroris tersebut turut berbaiat langsung ke Abu Ibrahim al-Hashimi al-Quraishi, pimpinan ISIS yang baru dan aktif dalam kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dengan amir Y. (Mag-03/dtc/des)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close