Berita

Polres Humbahas Ungkap Sebab Kematian Dimpu Munthe

Sebelum Diringkus Tersangka Sempat Menganiaya Namborunya

FaseBerita.ID – Jajaran Polres Humbang Hasundutan (Humbahas) berhasil mengungkap kematian Dimpu Munte, anak berusia tiga belas tahun warga Humbahas yang ditemukan tewas mengenaskan pada sebuah kubangan baru-baru ini.

Siswa kelas VIII SMP itu diduga tewas akibat dianiaya oleh JM (32) warga Bona Nionan, Kecamatan Dolok Sanggul.

Tersangka dijemput oleh Satreskrim Polres Humbahas dari Kantor Desa Bona Nionan saat diamankan usai menganiaya namborunya (bibi kandungnya), Jumat (3/4/2020).

Kepada Penyidik, JM mengaku tega menghabisi nyawa korban karena alasan sakit hati. Tersangka sakit hati karena korban melontarkan kata kasar saat meminjam pancing milik korban.

Baca sebelumnyaWarga Humbahas Tewas di Kubangan, Korban Pembunuhan: Pelaku Sudah Ditangkap

Kapolres Humbahas Rudi Hartono melalui Paur Subbag Humas SB Lolo Bako mengatakan, keterangan yang diperoleh dari hasil penyelidikan menyebutkan bahwa saat itu korban sedang memancing di lokasi kejadian.

Lalu tersangka datang dan bertanya dalam bahasa daerah, ”Marhua ho? (kamu sedang ngapain?” lalu korban menjawab bahwa dia sedang memancing.

Tersangka kemudian meminjam  pancing korban. Korban memberikan pancingnya dipinjamkan kepada tersangka. Namun, saat memberikan pancing, korban melontarkan kata kasar dalam bahasa daerah. “Nion babi (Ini babi),” ujar korban sambil menyodorkan pancingnya.

Mendengar jawaban korban, tersangka sakit hati dan langsung menampar wajah dan mulut korban. Selanjutnya tersangka menampar telinga sebelah kanan korban sekuat tenaga.

Kemudian tersangka mencekik korban dan mengambil kayu dengan diameter tiga centimeter dan panjang dua puluh lima centimeter serta menusukkannya ke dubur korban.

Tidak hanya sampai disitu, tersangka kemudian mengangkat korban ke dalam sebuah kubangan air (parit, red) yang ada di sekitar lokasi. Tersangka membenamkan wajah dan tubuh korban di kubangan berisi air setinggi lutut orang dewasa itu hingga tewas.

Selanjutnya, menyembunyikan sebuah pancing katrol dan kayu bulat milik korban di atap sebuah gubuk di belakang rumah tersangka yang berjarak lebih kurang dua kilometer dari TKP.

Lolo mengatakan bahwa pada hari yang sama, tersangka juga telah menganiaya seorang warga bermarga Situmorang di perladangan Lumban Paung, Desa Bonanionan.

Petugas melakukan pemeriksaan verbal dengan didampingi keluarga dan penasehat hukum yang ditunjuk penyidik. Saat penandatanganan, tersangka melawan perintah penyidik dan berupaya meninggalkan ruangan pemeriksaan.

Tersangka diduga memiliki gangguan kejiwaan. Kemudian penyidik bersama keluarga mengamankan dengan mengikat kaki dan tangan pelaku.

“Selanjutnya Pelaku dibawa untuk pemeriksaan dokter kejiwaan di RSJ Prof M Ildrem. Akan dipantau selama empat belas hari dan dijaga pihak kepolisian selama observasi,” tandasnya.

Kepada tersangka pidana dikenakan pasal 80 ayat (3) Undang-undang no 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak: Menghilangkan nyawa anak di bawah umur atau penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia.

Sebelumnya dikabarkan, Dimpu Munte, anak berusia tiga belas tahun ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di kebun Parsambilan, Desa Sirisi-risi, Kecamatan Dolok Sanggul, Humbang Hasundutan (Humbahas), Kamis (2/4/2020).

Warga Lumban Siambaton, Desa Sirisi-risi itu ditemukan dalam keadaan tak bernyawa dekat sebuah kubangan air di areal lahan persawahan, setelah sebelumnya oleh pihak keluarga melakukan pencarian.

Belum diketahui penyebab meninggalnya anak yang masih berstatus pelajar itu. akan tetapi, pihak kepolisian menyebutkan, ditemukan tanda-tanda mengarah kepada penganiayaan pada tubuh korban. (sht/fi)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button