Berita

Polres Humbahas Bekuk 3 Orang Pelaku Penipuan

HUMBAHAS, FaseBerita.ID – Satuan Reserse Polres Humbang Hasundutan (Humbahas)  berhasil meringkus 3 orang  pelaku penipuan melalui handphone dengan  modus kerjasama jual beli barang elektronik murah.

Polisi berhasil membekuk ketiga pelaku di lokasi ATM BRI, Jalan Merdeka,Dolok Sanggul, Sabtu (21/9/2019). Diduga hendak menarik uang yang telah ditransfer para korbannya.

Kapolres Humbahas AKBP R Dayan dalam siaran Persnya, Kamis (26/9/2019) menerangkan, dalam menjalankan aksinya para tersangka RB dibantu dua orang rekannya, DS dan JM dikoordinir oleh seorang narapidana narkoba berinisial LS yang sedang menjalani hukuman di Rutan kelas II B Humbang Hasundutan.

Dalam menjalankan aksinya, para tersangka mengaku bekerja digudang kantor Bea Cukai, melalui pesan yang dikirim lewat seluler. Mereka kemudian menawarkan kerjasama jual beli barang-barang elektronik yang dilelang oleh kantor Bea Cukai dengan harga murah. Kemudian meminta korbannya mentransfer sejumlah uang ke nomor rekening yang telah dikirimkan.

Lebih lanjut kata Dayan, penangkapan dilakukan berdasarkan laporan warga berinisial BP, warga jalan Veteran, Dolok Sanggul. BP menyebutkan bahwa RB (salahsatu tersangka) berusaha mempengaruhi korban dengan mengaku mengenal BP.

“Tersangka juga mengaku pernah menjadi murid korban untuk memuluskan aksinya,” ujarnya.

Lalu tersangka RB menyuruh korban mentransfer sejumlah uang sebagai panjar. Pada saat transfer uang terakhir, senilai Rp3 juta, korban sadar bahwa dia telah ditipu.  BP kemudian melapor ke Polres.

“Berdasarkan laporan tadi, kita langsung bertindak mencari pelaku dan menangkap para tersangka saat mengambil uang dari ATM,” tandasnya.

Dari tangan para tersangka polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, berupa sejumlah uang, handphone, kartu ATM serta 1 unit sepedamotorVario.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 378 dari KUH Pidana dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (Sht)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker