Berita

Polisi Madina Tangkap Penambang Ilegal di Batang Natal

FaseBerita.ID – Beberapa personil Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) melakukan penangkapan di lokasi penambangan emas ilegal daerah Kecamatan Batang Natal, Madina.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, Personil Polisi yang mengatasnamakan dari Poldasu menangkap beberapa pekerja tambang dan mengamankan alat berat (beko, red) penambang sebanyak 2 unit, Selasa (11/8).

Namun, penangkapan ini sempat mendapatkan penolakan dari beberapa pekerja karena polisi hanya menertibkan sepihak atau tidak menertibkan semua penambang ilegal yang berada di lokasi itu.

Kasat Reskrim Polres Madina ketika dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa penangkapan tersebut.

“Krimsus Polda yang tangkap,” kata Azwar, via seluler.

Untuk Kronologinya, Kasat Reskrim menegaskan pihaknya tidak ada dilibatkan dalam penangkapan itu. “Orang Polda yang nangkap, Polres tidak diikutkan, jadi saya gak tau,” sebutnya.

Untuk memastikan informasi itu, konfirmasi langsung dilakukan kepada Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sumatera Utara Kombes Pol Rony Samtana melalui telepon selularnya, namun belum ada tanggapan.

Pun demikian dengan pesan singkat maupun melalui WhatsApp pribadinya, Mantan Kapolres Tapsel itu tidak merespon. Meskipun pesan itu diketahui dibaca olehnya.

Terpisah, Kamis (13/8), kepastian informasi penangkapan itu dikonfirmasi ke Camat Batang Natal, Ali Syahbana. Namun, Camat tersebut kaget dengan informasi penangkapan tersebut lantaran sedang berada di luar kota.

“Ada penangkapan? Saya sedang di Medan. Saya belum dapat informasi,” katanya.

Terkait penangkapan dan penertiban itu, ia sangat sepakat agar segera ditertibkan seluruh kegiatan tambang yang tidak memiliki izin (tambang ilegal, red). Karena penambangan ilegal itu sangat berdampak terhadap lingkungan.

“Tentu (setuju penertiban tambang, red). Kalau soal penangkapan ini nanti saya pastikan dulu,” jelasnya.

Sementara itu, Lurah Muarasoma, Rahmad Zulhaidi mengatakan tidak mengetahui seperti apa penangkapan tersebut. Hanya saja, ia membenarkan warga yang ditangkap berdomisili di Muarasoma.

“Tidak tau saya, kalau lokasi kejadiannya di Desa Ampung Siala dan Jambur Baru, bukan disini. Memang, orangnya (orang yang ditangkap, red) ada orang sini,” tuturnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak terkait yang memberikan keterangan resmi terkait informasi penangkapan tambang ilegal tersebut. (bsl/san/mag-01)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button