Berita

Polisi Bengkulu Ungkap Penjualan Emas Palsu

FaseBerita.ID – Personel Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bengkulu melakukan penyitaan sekira setengah kilogram emas palsu dari sebuah toko perhiasan di Jalan KZ Abidin, Kota Bengkulu. Dan juga menangkap pemilik toko berinisial IM, 57.

Direktur Reskrimum Polda Bengkulu Kombespol Dedy Setyo Yudho Pranotoseperti dilansir dari Antara di Mapolda Bengkulu mengatakan, modus yang digunakan pelaku yaitu dengan cara menyepuh perak dengan emas. Lalu dijual ke masyarakat dengan harga emas asli. Pelaku nekat menjual emas palsu tersebut karena ingin meraup untung, mengingat saat ini harga jual emas sedang tinggi.

”Pelaku ini sudah kami tetapkan tersangka. Jadi modusnya, dia ini menyepuh perak dengan emas lalu dijual ke masyarakat,” kata Dedy pada Kamis (13/8).

Dia menjelaskan, tersangka dijerat dengan pasal 106 juncto pasal 24 ayat 1 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan pasal 8 ayat 1 huruf e dan f juncto pasal 73 ayat 1 juncto pasal 16 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Di toko emas milik tersangka, polisi menyita barang bukti emas palsu seberat setengah kilogram dalam bentuk perhiasan berbagai jenis yang siap untuk dijual.

Kasubdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Bengkulu Kompol Novi Ari menambahkan, pengungkapan kasus penjualan emas palsu itu bermula dari laporan masyarakat. Pelapor merasa curiga dengan perhiasan emas yang baru dibelinya dari toko milik tersangka. Sebab ada perbedaan bentuk emas yang dibeli. Dia kemudian memeriksa perhiasan emas yang dibelinya tersebut dan diketahui bahwa ternyata perhiasan emas itu palsu.

”Awalnya ada laporan masyarakat yang curiga emasnya palsu, kita selidiki dan ternyata benar, ini hasil pemeriksaan laboratorium sudah ada. Emas itu palsu,” terang Novi. (jawapos)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button