Berita

Polentyno Girsang Gugat Direktur Horas Insani Abadi Rp114 Miliar

Dinilai Wan Prestasi Atas Saham dan Berpraktek

SIANTAR, FaseBerita.ID – Polentyno Girsang (78), mengajukan gugatan wan prestasi terhadap Direktur PT Horas Insani Abadi yang beralamat di Jalan Medan Kelurahan Nagapita Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar.

Dalam sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, Rabu (13/11/2019) di Pengadilan Negeri Siantar. Warga jalan Laut Tawar Kelurahan Siopat Suhu Kecamatan Siantar Timur ini diwakili kuasa hukumnya Mariah Purba, Muliaman Purba, dan Erwin Purba dari Kantor Advokat Mariah SM Purba & Rekan, menyatakan mengajukan gugatan wan prastasi (ingkar janji) terhadap Direktur PT Horas Insani Abadi yang beralamat di Jalan Medan Kelurahan Nagapita.

Dalam persidangan yang diketuai oleh Majelis Hakim Ketua Majelis Danardono, serta hakim anggota Hendri Agus Jaya, dan Risbarita Simorangkir, Kuasa Hukum Polentyno Girsang, meminta Majelis Hakim memeriksa tergugat dan memutus perkara ini dengan rasa keadilan, kepastian hukum dan manfaat.

Kuasa hukum Polentyno Girsang menjelaskan, gugatan kliennya pada tahun 2005 dengan registrasi perkara Nomor: 26/Pdt/G/2005/PN-PMS, dengan para Pihak: Polentyno Girsang sebagai penggugat melawan PT Horas Insani Abadi dalam hal ini diwakili oleh Direktur Ontang Tampubolon, sebagai tergugat, dikabulkan Pengadilan Negeri Pematangsiantar.

Bahwa kemudian atas Putusan tersebut, Tergugat telah mengajukan upaya hukum Banding, sesuai dengan Risalah Pernyataan Permohonan Banding No. 15/Pdt.G/BD/2005/PN-PMS, dan kemudian oleh Pengadilan Tinggi Medan perkara tersebut diregistrasi dengan Nomor: 97/PDT/2006/PT-MDN; Bahwa sebelum perkara tersebut diputus oleh Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Medan, Penggugat/Terbanding dan Tergugat/Pembanding telah mencabut kembali permohonan banding sesuai dengan surat tanggal 19 September 2006; Bahwa kemudian berdasarkan permohonan pencabutan tersebut maka oleh Hakim Ketua Majelis Pengadilan Tinggi Medan pada tanggal 11 Oktober 2006 telah mengeluarkan Penetapan yang amarnya mengabulkan Permohonan Pancabutan perkara perdata banding dari Tergugat/Pembanding, menyatakan perkara Banding Nomor: 97/PDT/2006/PT-MDN jo. Nomor: 26/Pdt/G/2005/PN-PMS, dicabut.

Bahwa kemudian para pihak dalam perkara Nomor: 26/Pdt/G/2005/PN-PMS, sepakat mengadakan perdamaian, sesuai dengan Berita Acara Perdamaian (Berita Acara No. 26/Pdt/G/2005/PN-PMS Tanggal 21 Februari 2007) yang diperbuat dan ditandatangani oleh Ketua Pengadilan Negeri Pematangsiantar, Panitera, serta Penggugat dan Tergugat. Bahwa, isi kesepakatan perdamaian, sesuai dengan Berita Acara Perdamaian (Berita Acara No. 26/Pdt/G/2005/PN-PMS Tanggal 21 Februari 2007) tersebut diantaranya; sebagai kompensasi dari perdamaian ini Tergugat memberikan 75 (tujuh puluh lima) lembar saham @ Rp7.500.000, (tujuh juta lima ratus rupiah)/lembar kepada Penggugat dan pemegang saham PT Horas Insani Abadi Pematangsiantar, setuju untuk menerima bekerja dan berprakteknya kembali dokter Polentyno Girsang di Rumah Sakit Horas Insani Pematangsiantar, dengan syarat atau ketentuan bahwa dokter Polentyno Girsang dan dokter-dokter lainnya harus tunduk pada ketentuan dan peraturan yang berlaku di rumah sakit Horas Insani Pematangsiantar. Bahwa faktanya, 25 lembar saham hingga gugatan ini didaftarkan di Kepaniteraaan Pengadilan Negeri Pematangsiantar belum diberikan/diserahkan Tergugat kepada Penggugat.

Sedangkan untuk yang 50 lembar saham terjadi keterlambatan penyerahan dimana saham tersebut baru diserahkan Tergugat kepada Penggugat pada tahun 2015.

Bahwa faktanya sejak tahun 2009 sampai gugatan ini didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Pematangsiantar Penggugat tidak diijinkan/diperbolehkan bekerja dan berpraktek di Rumah Sakit Horas Insani.

Perbuatan Tergugat yang belum menyerahkan 25 lembar saham, dan keterlambatan penyerahan saham sebanyak 50 lembar (baru diserahkan tahun 2015), serta tidak diijinkannya Penggugat bekerja/berpraktek di RS Horas Insani oleh Tergugat adalah merupakan perbuatan wan prestasi/ingkar janji. Bahwa atas perbuatan wan prsetasi yang dilakukan oleh Tergugat tersebut telah menimbulkan kerugian kepada Penggugat baik kerugian materil maupun kerugian im materil.

Adapun kerugian materil yang dialami penggugat yakni kerugian berupa deviden sejak tahun 2005 dengan total Rp1.453.658.479 dan kerugian tidak berpraktek dengan total Rp13.000.000.000 serta kerugian immaterial sebesar Rp100.000.000.000.Adapun saksi yang di hadirkan dalam persidangan yakni saksi yang dihadirkan ada tiga orang yaitu M Situngkir, Alamsyah Purba, dan Jutamardi Purba. Dalam keterangannya, saksi mengetahui bahwa Direktur PT Horas Insani Abadi belum menyerahkan saham dimaksud. (ros)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close