Berita

Poldasu OTT di BPKD Siantar, Ruangan Kadis dan Bendahara Disegel

SIANTAR, FaseBerita.ID – Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Sumut melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di kantor Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Pematangsiantar, Kamis malam (11/7/2019) sekira pukul 20.10 WIB dengan barang bukti Rp186 juta.

Beberapa jam setelah itu, empat ruangan di kantor tersebut termasuk ruang kerja Kadis dan Bendahara BPKD langsung dipasangi garis polisi.

Keempat ruangan itu di antaranya ruangan Kepala, Sekretaris, Bendara dan Kabid Pendapatan. Ruangan Kepala, Sekretaris, dan Bendahara yang berada di lantai dua secara keseluruhan ditutup. Sebanyak 16 orang turut dibawa ke Poldasu untuk dimintai keterangan.

Pantauan wartawan, Jumat (12/7/2019) pasca penangkapan itu, sejumlah pegawai di BPKD masih berlangsung normal.

Ruangan pelayanan pembayaran PBB dan pajak lainnya tetap dibuka. Masyarakat juga masih terlihat banyak melakukan pembayaran PBB.

Asisten I Pemko Siantar Leonardo Simanjuntak didampingi Kabag Humas Hamam Soleh terlihat masuk ke ruangan pelayanan pembayaran Pajak. Leonardo mengatakan, pelayanan di kantor tersebut masih berjalan normal dan tetap melayani masyarakat.

“Tidak ada kendala. Masih berjalan dengan baik meskipun pelayanan sedikit melambat,” ujarnya setelah menjalani satu per satu ruangan.

Menurutnya, saat ini Kabag Hukum sedang ditugaskan ke Poldasu untuk melaporkan informasi lanjutan.

“Kejadian ini menjadi bahan masukan buat ASN. Kita sudah berulang kali sampaikan di setiap pertemuan-pertemuan, pencegahan mengenai pungli. Kalau masalah adanya pungli di Dispenda, itu internal mereka,” tambah Leonardo.

Namun saat ditanya siapa nama-nama ke-16 pegawai yang dibawa ke Poldasu tersebut, Leonardo mengaku tidak tahu.

“Nama-nama mereka kurang tahu. Kita tidak bisa masuk. Karena kantor sekretariat sudah disegel. Soal berapa lama penyegelan, kita serahkan ke pihak kepolisian,” ujar pria bertubuh gemuk ini sembari menghunjuk ruangan Sekretariat BPKD yang sudah disegel.

Saat ditanya keberadaan Walikota Hefriansyah dan Sekda, Humas Pemko Siantar Hamam Soleh mengatakan Walikota dan Wakil Walikota (Togar Sitorus) dan Sekda (Budi Utari) sedang ada tugas luar.

“Mereka sedang dinas di luar kota (Diklat) dan kita sudah info kepada mereka mengenai hal ini,” tambah Hamam Soleh.

Informasi dihimpun, pada saat OTT, Kabid Pendapatan satu Subrata Nata Lumban Tobing tidak ikut diamankan. Namun kabarnya pada Jumat (12/7/2019) telah berangkat ke Poldasu.

Sementara Kepala BPKD Siantar Adiaksa Purba sedang berada di luar kota pada saat gelar OTT. Saat dihubungi melalui selulernya, Adiaksa Purba tidak menjawab telepon wartawan.

Sebagaimana diketahui, dalam OTT ini ada tiga orang yang diamankan. Mereka adalah Tangi MD Lumbantobing selaku Tenaga Harian Lepas (THL). Kemudian Lidia Ningsih, selaku staf Bidang Pendapatan. Serta Erni Zendrato selaku Bendahara Pengeluaran BPKD.

Selain ketiga orang tersebut, sedikitnya 16 orang pegawai juga dibawa ke Poldasu untuk dijadikan saksi.

Adapun kasus yang ditangani adalah Tindak Pidana Korupsi terkait pungli atas pemotongan pemberian uang intensif pemungutan pajak daerah milik anggota BPKD sebesar 15 persen dari uang yang diterima pegawai BPKD Triwulan II Tahun 2019. Barang bukti sementara yang diamankan sebesar Rp186 juta.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja membenarkan adanya operasi tangkap tangan tersebut.

Ia menyebutkan Unit Tipikor Poldasu masih melakukan pemeriksaan terhadap pegawai yang diamankan dari Pemko Siantar.

“OTT dilakukan terkait pungutan liar (pungli) atas pemotongan pemberian uang insentif pemungutan pajak daerah milik pegawai Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Pematangsiantar sebesar 15 persen dari uang yang diterima triwulan II tahun 2019,” terang Tatan. (mag-04/des)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close