Berita

PM Baru Malaysia: Muhyiddin Yassin Dilantik, Anwar Ibrahim Telan Pil Pahit Lagi

FaseBerita.ID – Anwar Ibrahim harus kembali menelan pil pahit. Jalan panjang yang ditempuhnya agar bisa duduk di kursi Perdana Menteri (PM) Malaysia kandas sudah.

Kemarin (29/2) Yang Dipertuan Agong Malaysia Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah memutuskan bahwa Muhyiddin Yassin akan menggantikan Mahathir Mohamad. Presiden Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) itu akan dilantik hari ini pukul 10.30 di Istana Negara.

”Raja menyatakan bahwa penunjukan PM tak bisa ditunda karena negara butuh pemerintahan demi kesejahteraan rakyat dan bangsa,” ujar Pengurus Rumah Tangga Kerajaan Malaysia Ahmad Fadil Shamsuddin.

Keputusan itu mengejutkan banyak pihak. Sebab, sejak Mahathir meletakkan jabatan dan menyatakan ingin menjadi PM di luar koalisi Pakatan Harapan (PH) Senin (24/2), hanya ada dua nama yang menguat .

Yaitu, Mahathir sendiri dan lawan politiknya, Anwar Ibrahim. Nama Muhyiddin baru muncul Jumat (28/2).

Beberapa jam sebelum Muhyiddin terpilih, PH juga membuat kejutan. Sebelumnya, mereka kukuh mendukung Anwar Ibrahim sebagai kandidat PM. Namun, kemarin dukungan diberikan kepada Mahathir.

Anwar juga terpaksa legawa dengan keputusan PH. Dalam unggahan di akun Facebook, dia menyatakan, Raja Abdullah telah memberi tahu bahwa PH mengubah dukungan dari dirinya ke Mahathir. Tampaknya, PH tak memberitahunya secara personal.

”Saya tersentuh dengan dukungan yang diberikan untuk saya. Tapi, saya memilih kepentingan negara di atas kepentingan pribadi saya,” tulisnya.

Pada saat yang hampir bersamaan, Mahathir juga menegaskan bahwa dirinya punya cukup dukungan untuk membentuk pemerintahan. Langkah politikus yang pernah menjadi PM pada periode 16 Juli 1981–31 Oktober 2003 itu berarti mengingkari apa yang dia janjikan dulu.

Saat bergabung dengan PH dulu, sejatinya ada perjanjian bahwa dia harus menyerahkan kekuasaan kepada Anwar setelah dua tahun. Tapi, Mahathir enggan melakukannya dan mengusulkan pemerintahan nonkoalisi sebelum akhirnya ditolak dan dia mundur sebagai PM.

Mahathir terang-terangan menyatakan ingin tetap duduk sebagai PM. Tapi, dua hari lalu dia menyatakan akan mendukung Muhyiddin jika Bersatu mengusung mantan menteri dalam negeri tersebut. Kenyataannya, kemarin dia tetap mendukung dirinya sendiri meski Bersatu mengusung Muhyiddin.

Ahmad Fadil menjelaskan, Muhyiddin terpilih karena dia didukung mayoritas anggota parlemen Malaysia. Beberapa hari sebelumnya, Raja Abdullah memang menemui anggota parlemen satu per satu.

Dia juga meminta para pemimpin partai untuk mengusulkan nama orang yang mereka dukung. Abdullah berharap krisis politik di Malaysia bisa berakhir dengan pemilihan Muhyiddin.

”Ini adalah keputusan terbaik untuk semuanya,” bunyi dekrit yang dikeluarkan Raja Abdullah seperti dikutip Agence France-Presse.

Keputusan Raja Abdullah memicu reaksi beragam. Ada yang pasrah, ada pula yang kecewa. Muhyiddin dulu adalah anggota United Malays National Organisation (UMNO).

Dia membelot dan pindah ke Bersatu pada 2016. Kala itu, UMNO sedang goyah karena dilanda isu korupsi 1MDB. Terpilihnya Muhyiddin diyakini akan membawa kebangkitan UMNO.

”Banyak penduduk Malaysia yang kecewa. Muhyiddin adalah orang tanpa mandat (dari rakyat). Dia bakal menghadapi tantangan untuk mendapatkan dukungan dan memajukan negara,” ujar Bridget Walsh, peneliti senior di National Taiwan University, seperti dikutip Al Jazeera.

Walsh menjelaskan bahwa Muhyiddin belum memberikan usulan untuk pemerintahan ke depan. Koalisi yang mendukungnya juga sangat besar. Butuh usaha keras untuk membuat mereka tetap satu suara.

Bersatu sudah keluar dari koalisi PH. Muhyiddin dan Bersatu kini menggandeng Parti Islam Se-Malaysia (PAS), koalisi Barisan Nasional (BN), dan beberapa partai lain. UMNO ada di dalam koalisi BN.

Beberapa pihak juga meyakini bahwa Muhyiddin hanyalah boneka Mahathir. Dia selama ini dikenal sebagai sekutu politikus 94 tahun tersebut. Pernyataan berbeda disampaikan Ami, pendukung Mahathir di Pemilu 2018.

Dia menerima keputusan Raja Abdullah. Menurut dia, Muhyiddin harus diberi kesempatan lebih dulu untuk membuktikan diri.

Dalam konferensi pers di rumahnya, Muhyiddin menyatakan rasa syukurnya karena ditunjuk sebagai PM ke-8 Malaysia. ”Saya berterima kasih kepada semua orang yang memberikan dukungan moral. Saya berharap semua penduduk Malaysia akan menerima keputusan yang diumumkan hari ini,” ujar anggota PM dari Pagoh itu seperti dikutip Channel News Asia (CNA).

Terpilihnya Muhyiddin menyisakan kisah pedih bagi Anwar Ibrahim. Saat Mahathir menjadi PM pada periode pertama dulu, Anwar adalah wakilnya. Kala itu, Anwar sempat digadang-gadang menggantikan kursi Mahathir. Malangnya, keduanya berseberangan. Anwar didepak dari posisinya oleh Mahathir. (jawapos)

Unefa

Pascasarjana

Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close