Berita

PKH Dicabut Tanpa Alasan Jelas, Keluarga Ini Tak Sanggup Biayai Perobatan Anak

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Welly Sapitri Manulang (36) warga Kelurahan Aek Habil, Kecamatan Sibolga Selatan merasakan kesusahan. Pasalnya, ibu tujuh anak ini mengaku hak Program Keluarga Harapan (PKH) yang seharusnya masih diterima, kini sudah tak didapatnya lagi.

Saat ditemui di kediamannya, Kamis (10/10/2019) malam, Welly menceritakan, sebelumnya ia sudah menjadi penerima PKH sejak 2013. Dan pada Juli 2019 lalu, ia terkejut karena PKH yang harusnya masih menjadi haknya, sudah tidak diterimanya lagi. “Hampir Tujuh tahun saya terdaftar dalam penerima PKH. Entah kenapa, tanpa alasan yang jelas, PKH saya tiba-tiba dicabut. Padahal PKH itu sangat membantu kehidupan keluarga,” ujar Welly yang sehari-hari membantu suaminya berjualan ikan di Pasar Ikan Kota Sibolga.

Apalagi, Welly masih memiliki tujuh anak, lima di antaranya masih bersekolah, dua lagi masih balita dan disusui. Ditambah lagi, kondisi Wilda Anggraini (13) Siswi SMP Negeri 7 Sibolga, putri ketiganya yang mengalami sakit akibat luka bakar di kaki. Dan hal itu menambah beban ekonomi dan pikirannya.

“Penghasilan kami juga terbilang sangat jauh dari kata pas-pasan. Makanya PKH itu sangat membantu kami, apalagi anak saya yang ketiga mengalami sakit seperti ini,” ungkapnya sambil menunjuk ke bagian kaki anaknya yang memerlukan perobatan dan perawatan rutin.

Welly mengaku, untuk masalah perobatan anaknya, pemerintah lewat Walikota Sibolga pernah membantunya beberapa tahun lalu. Dan itu sangat menolongnya.

“Kalau untuk perobatan anak saya, dulu Bapak Walikota Syarfi Hutauruk pernah membantu kami dan kami berterima kasih. Dan saya tidak menyalahkan Bapak Walikota untuk masalah ini,” keluhnya dan saat ini menumpang di rumah keluarganya.

Yang Welly sesalkan, tindakan dari pihak Pengelola PKH yang secara tiba-tiba tanpa sebab dan alasan yang jelas memutus haknya sebagai penerima PKH. “Itu yang paling saya sesalkan, harusnya kami diberitahulah apa sebabnya kami tidak bisa menerima PKH lagi. Padahal kehidupan kami masih seperti dulu, tidak ada yang berubah drastis,” ucap isteri dari Aruzato Ndraha (42) ini.

Ia menduga, dihapusnya keluarga mereka sebagai penerima PKH akibat persoalan pribadi. Apalagi kata Welly, sebelum PKH-nya dicabut, ia pernah berselisih dengan tetangganya yang notabene sebagai petugas pendamping PKH di kelurahannya.

“Dugaan saya seperti itu, makanya sampai seperti ini. Tapi tidak pernah disampaikan secara jelas apa penyebab pasti kami tidak lagi bisa menerima PKH,” ucapnya sedih.

Bahkan, Welly pernah memberanikan diri mendatangi langsung pihak Dinas Sosial Kota Sibolga untuk menanyakan masalah tersebut. Namun, ia juga tidak mendapatkan jawaban yang jelas.

“Kalau PKH itu masih ada, pasti sangat membantu kami dan bisa membiayai perobatan anak saya. Apalagi kata dokter, kaki anak saya ini harus dioperasi,” ujarnya.

Welly berharap kepada pihak Dinas Sosial Kota Sibolga dapat mendengar keluhan dan masalah yang dialaminya. Dan hak PKH-nya bisa kembali diterimanya.

“Yang saya harapkan, hak PKH saya bisa kembali saya dapat. Dan bisa membawa anak saya berobat dan operasi,” harapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial Kota Sibolga Lusi mengaku sudah mengetahui masalah tersebut, namun ia tidak bisa memberikan keterangan dan solusinya. “Benar, yang bersangkutan sudah pernah datang kemari (Dinas Sosial) dan kita masih melakukan mediasi dan memberikan solusi yang terbaik. Tapi untuk pastinya akan kita bicarakan kembali,” akunya dan menyebut Kepala Dinas dan Koordinator PKH sedang tidak berada di tempat.

Pengakuan yang sama juga dikatakan Lurah Aek Habil Gomgom Parulian, ia mengaku Welly sudah pernah datang langsung ke kelurahan dan menanyakan masalah yang dialaminya.

“Saat itu langsung kita bawa ke Dinas Sosial bersama anaknya yang sakit, dan di sana dilakukan mediasi antara pihak petugas PKH,” tukas Gomgom dan mengaku tidak mengetahui ada warganga yang dikeluarkan dari penerima PKH tanpa alasan yang jelas. (Mag-01)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker