Berita

Pilkada Serentak 2020: 28 Daerah Berpotensi Calon Tunggal

FaseBerita.ID – Kewajiban melakukan uji usap (swab test) berhasil mengidentifikasi persebaran Covid-19 di lingkungan bakal pasangan calon (bapaslon) kepala daerah. Berdasar hasil rekapitulasi yang dilakukan KPU, hingga kemarin (7/9) terdapat 37 orang yang telah dinyatakan positif Covid-19.

”Bakal calon yang dinyatakan positif berdasar swab test sebanyak 37 calon, 37 orang, yang kami kumpulkan di 21 provinsi,” ujar Arief Budiman di kantor KPU kemarin. Namun, ketua KPU RI itu tidak memerinci nama-nama 37 orang tersebut. Seperti diketahui, KPU melakukan revisi terhadap PKPU untuk mengakomodasi kewajiban swab test bagi bapaslon. Kebijakan itu merupakan rekomendasi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tiga pekan sebelum pendaftaran.

Arief menyatakan, KPU telah meminta bapaslon mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan. Sebagaimana ketentuan, setiap orang yang terpapar Covid-19 wajib menjalani isolasi mandiri.

Sementara itu, jumlah calon yang terpapar Covid-19 bisa saja bertambah. Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin mengatakan, berdasar pantauan Bawaslu, tidak semua calon tertib menyerahkan hasil swab test.

”Terdapat 75 orang bakal calon di 31 daerah yang belum menyerahkan hasil uji usap saat pendaftaran,” ujarnya di kantor Bawaslu.

Penyebabnya cukup beragam. Mulai tidak adanya fasilitas laboratorium pemeriksaan swab test di daerah hingga belum keluarnya hasil pemeriksaan saat pendaftaran dibuka. Kasus-kasus tersebut ditemukan di sejumlah kabupaten di beberapa provinsi wilayah Indonesia Timur. Antara lain Maluku, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Papua, Papua Barat, Sulawesi Tengah, hingga Nusa Tenggara Timur.

Bahkan, yang cukup mengkhawatirkan, ada paslon yang terlambat diketahui status positifnya. ”Ada yang hadir (ke KPU), pas pulang baru diketahui hasilnya positif,” kata alumnus UIN Sunan Kalijaga itu. Bawaslu juga menemukan adanya dugaan pelanggaran terkait dengan mekanisme pendaftaran bagi calon berstatus positif Covid-19.

Sementara itu, kabar tentang salah satu bakal calon pilkada terkonfirmasi positif Covid-19 dibenarkan Ketua KPU Jatim Choirul Anam. Namun, dia enggan menyebut dari daerah mana bakal calon tersebut. Yang jelas, bakal calon yang bersangkutan mendaftar langsung ke KPU. Hal itu sudah diketahui tim medis dan langsung ditindaklanjuti dengan melakukan contact tracing.

Anam menjelaskan, ada perlakuan tersendiri bagi daerah yang bakal calonnya terkena korona. Tahapan selanjutnya bisa ditunda. Misalnya, cek kesehatan tentang narkoba dan sebagainya harus menunggu yang bersangkutan negatif. ”Otomatis, penetapan calon kepala daerah bakal mundur,” ungkapnya.

Calon Tunggal

Berdasar data yang masuk hingga kemarin, ada 28 daerah yang berpotensi menggelar pilkada dengan satu calon saja. Antara lain Ngawi, Kediri, Kebumen, Wonosobo, Sragen, Boyolali, Grobogan, Kota Semarang, Bintan, Sungai Penuh, Badung, Gowa, Soppeng, Manokwari Selatan, Raja Ampat, Sumbawa Barat, Pasaman, dan Pematangsiantar.

Selain itu Serdang Bedagai, Gunung Sitoli, Humbang Hasundutan, Mamuju Tengah, Bengkulu Utara, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ulu Selatan, Kota Balikpapan, Kutai Kartanegara, dan Pegunungan Arfak.

Arief Budiman mengatakan, daerah dengan calon tunggal akan diberi perpanjangan pendaftaran.

”KPU akan membuka pendaftaran kembali,” ujarnya.

Pendaftaran akan dibuka setelah dilakukan sosialisasi selama tiga hari. Selama masa sosialisasi dan perpanjangan pendaftaran, koalisi yang mendukung calon tunggal diperbolehkan menarik dan membongkar koalisinya untuk membuka peluang munculnya calon lain. Dengan demikian, lanjut dia, 28 daerah tersebut masih bisa berubah. ”Ini belum final ya,” pungkasnya. (jp)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button