Berita

PHK 8 Sekuriti Pertamina Kewenangan PTC

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Terkait demo Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) ke kantor DPRD Sibolga yang menuntut agar kasus pencurian BBM pada tahun 2017 yang lalu diusut kembali, ditanggapi santai oleh pihak Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) PT Pertamina (Persero) Sibolga.

Melalui Fachrizal, Kepala TBBM PT Pertamina (Persero) Sibolga dijelaskan bahwa hubungan kedelapan sekuriti yang di-PHK karena kasus pencurian BBM tersebut dengan pihak PT Pertamina, tidak ada. Karena, mereka berada di bawah naungan PTC, yang merupakan anak perusahaan PT Pertamina.

“Teman-teman sekuriti ini, dia tidak bekerja langsung ke Pertamina, dia bekerjanya di PTC (anak perusahaan PT Pertamina). Pertamina membayarkan ke PTC untuk menyediakan tenaga kerja seperti sekuriti,” kata Fachrizal di ruang kerjanya, Rabu (26/6/2019).

Sehingga, terkait tanggungjawab terhadap 8 sekuriti dan pegawai outsourching lainnya merupakan kewenangan dari pihak PTC.

“Jadi memang segala kebijakan, gaji dan karir, ada di PTC. Merekalah yang berhak menentukan masa depannya si sekuriti. Pertamina hanya membayarkan sesuai kontrak kita kepada PTC. Terkait kesalahan, PTC-lah nanti yang memberikan kebijakan kepada mereka,” terangnya.

Tak hanya itu, dia membantah pernyataan pihak SBSI yang mengatakan bahwa pihaknya selalu mengelak bila diminta untuk berdialog membahas pemecatan 8 sekuriti tersebut. Bahkan, untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di kantor DPRD Sibolga, pihaknya tidak pernah diundang.

“Nggak kok, malah kita yang mengajukan pertemuan kemarin dengan Disnaker, mereka yang gak datang. Disnaker di sini mau mediasi, kita panggillah PTC, mereka (8 sekuriti) yang gak datang. Kalau misalnya saya dipanggil, saya siap dipanggil ke DPRD. Kemarin gak ada di panggil DPRD. Kita kan mediasi, kalau dipanggil kan gak masalah,” tukasnya.

Bahkan masih kata Fachrizal, pihaknya masih membuka diri bila diminta untuk berdialog kembali. “Seharusnya mereka bukan menuntut Pertamina, harusnya ke PTC. Tapi, kalau mau dialog, boleh, gak masalah. PTC nanti yang bisa menjelaskan, karena mereka yang mempekerjakan,” pungkasnya.

Ditanya mengenai pegawai tetap PT Pertamina yang diduga terlibat dalam aksi pencurian BBM pada 2017 yang lalu, yang hingga kini belum menerima sanksi dari pihak perusahaan plat merah tersebut, dia mengaku tidak punya kewenangan untuk menjelaskan itu.

“Soal pegawai tetap Pertamina yang terlibat pencurian, saya gak bisa menjelaskan itu. Karena itu memang bukan ranah saya. Perusahaan mempunyai kebijakan masing-masing. Terserah merekalah mau dipekerjakan atau nggak,” tandasnya. (ts)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close