Berita

Peternak Diimbau Waspadai Penyebaran Virus ASF

TOBASA, FaseBerita.ID – Wabah penyakit babi yang disebut dengan African Swine Fever (ASF) diperkirakan telah sampai ke Asia, termasuk Indonesia. Penyakit ASF adalah penyakit menular dan mematikan pada ternak babi.

Hal ini langsung ditanggapi oleh Pemerintah Kabupaten Toba Samosir (Pemkab Tobasa) melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang). Dimana Kepala Dinas Darwin Sianipar mengimbau seluruh masyarakat Tobasa agar mengamati dan mencermati setiap ternak babinya, apakah sudah terjangkit mematikan tersebut.

Tanda gejala penyakit ASF ini mirip dengan gejala penyakit hog cholera, yaitu demam dengan suhu tinggi (di atas 41°C) pada ternak babi. Kemudian ternak kehilangan nafsu makan, muntah-muntah dan sulit bernafas. Hewan ternak juga akan mengalami diare dan mengalami kelumpuhan atau sulit berjalan, timbul bintik-bintik merah di sekitar paha, perut dan leher ternak babi.

Dalam surat imbauannya, dituliskan bahwa jika menemukan gejala tersebut segera melapor kepada ke kantor kepala desa, kantor camat, penyuluh pertanian kecamatan dan ke Dinas Pertanian Kabupaten Toba Samosir.

Turut diimbau agar masyarakat menghindari mengonsumsi makanan olahan daging babi yang bercampur darah dan bagian dalam dari ternak babi seperti sangsang, panggang dan tanggo-tanggo.

Baik yang di menu pesta adat maupun dikonsumsi keluarga. Jika harus memakannya dianjurkan agar memasak daging tersebut dengan suhu minimal 100°C atau memasaknya selama 30 menit.

Hal Ini disebabkan karena virus ASF dapat bertahan hidup beberapa bulan dalam daging olahan dan beberapa tahun dalam daging babi beku.

Selanjutnya menghindari makanan atau produk olahan daging babi yang diimport seperti sosis, meat ball, meat slice dan produk kaleng lainnya. Waspada ketika membeli daging babi di pasar tradisional. Jika tidak meyakinkan jangan dibeli dan jika harus dibeli maka daging tersebut di memasak selama 30 menit dalam suhu 100°C.

Menyemprot kandang hingga 100 meter sekitar kandang minimal setiap 2 kali seminggu dengan desinfektan (pembasmi hama) dan dapat juga menggunakan air detergen. Ikut serta memantau keluar masuknya ternak babi ke Kabupaten Toba Samosir.

Jika ditemukan ada yang membawa ternak babi yang memiliki gejala ASF segera melaporkan ke kantor kepala desa, kantor camat, penyuluh pertanian kecamatan dan ke Dinas Pertanian Kabupaten Toba Samosir.

Diketahui, bahwa ASF ini awalnya dibawa dari Afrika Timur ke Georgia oleh produk babi yang terkontaminasi seperti sosis dan bakso, dan menyebar sampai ke Jepang, bahkan di Jepang telah disita sebungkus sosis dari seorang pelancong dari Cina. (os/osi)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker