Berita

Petani Lanjutkan Jalan Kaki ke Jakarta dari Labusel

FaseBerita.ID – Sebanyak 170 orang petani dari Desa Simalingkar A dan Sei Mencirim Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang tetap melanjutkan aksi jalan kaki menuju istana negara dari Kota Pinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Sebelumnya, mereka sempat melakukan komunikasi melalui meeting zoom dengan wakil menteri Agraria, Senin (6/7) sore.

Koordinator aksi petani Aris Wiyono yang dihubungi wartawan melalui aplikasi whatsapp mengatakan mereka memilih menginap dan beristirahat selama satu malam di aula Santun Berkata Bijak Berkarya (SBBK) Kota Pinang dan tetap akan melanjutkan perjalanan ke Jakarta, meskipun telah berkomunikasi langsung dengan pihak Kementrian Agraria melalui saluran online.

Dalam komunikasi tersebut, selain dengan pihak Kementrian Agraria, Komisi 2, Komisi 5, dan Komisi 6 DPR RI, dan Perwakilan PTPN 2, ada itikad untuk menyelesaikan sengketa tanah petani Sei Mencirim dan Simalingkar dengan pihak PTPN 2.

“Meski ada solusi yang jelas dan berpihak kepada petani, kami memutuskan tetap melanjutkan perjalanan ke Jakarta berjalan kaki, sampai selesainya surat jaminan untuk diselesaikan dan petani diberi hak tangan barulah kami berhenti melakukan aksi ini sampai Bapak Presiden memberikan rekomendasi untuk hak petani,” ujar Aris, Selasa (7/7).

Sebelumnya, para petani ini telah melakukan perjalanan sejak tanggal 25 Juni 2020, dan diperkirakan mereka akan tiba di Jakarta tepat di Istana Negara pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Membawa rombongan dan dengan masa yang banyak, para petani turut mempersiapkan perjalanan mereka dengan iringan beberapa kenderaan seperti 3 unit truck, 2 unit pick up dan 4 mobil pribadi yang digunakan sebagai keperluan pengangkutan bekal selama perjalanan serta dijadikan ambulan.

Para petani yang terdiri dari dua kelompok ini yakni Serikat Petani Simalingkar Bersatu (SPSB) dan Serikat Tani Mencirim Bersatu (STMB) mengaku hak mereka atas lahan pertanian dirampas pasca penggusuran.

Selama ini petani menanam berbagai jenis tanaman seperti singkong, jagung, beternak dan tanaman palawija lainnya. Sebelum digusur mereka bisa hidup dengan layak. Saat ini lahan pertanian yang di Simalingkar sudah digusur. Infonya, pemukiman juga akan digusur, isu-isu mau dibangun perumahan. Sementara itu di Sei Mencirim, tidak hanya lahan pertanian, pemukiman juga digusur tanpa kompensasi yang layak. (per/rah)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button