HUT RI
Berita

Petani di Simalungun Mengeluh Harga Pertanian Anjlok

FaseBerita.ID – Virus Corona yang kini mewabah di Indonesia termasuk Sumatera Utara menyebabkan perekonomi masyarakat khususnya di Kabupaten Simalungun merosot tajam.

Rosdiana Purba, salah seorang petani di Silau Marawan, Kecamatan Dolok Silau, kemarin, mengeluhkan harga pertanian yang semakin hari kian merosot.

“Sebelum ada virus corona harga jual cabai merah selalu di atas Rp20 ribu per kilo. Sekarang anjlok menjadi Rp11 ribu per kilogram. Harga cabai rawit paling anjlok. Sekarang Rp5 ribu per kg. padahal sebelum pandemi covid-19 masih Rp20 ribu sekilo. Turunnya harga katanya karena barang menumpuk. Sementara masyarakat takut berbelanja ke pasar,” ujarnya.

Rosdiana menerangkan, kondisi itu juga dialami rekannya sesama petani.

“Sayang kali harga tidak ada. Padahal tanaman di sini bagus dan subur-subur semua,” ujarnya.

Ia mengatakan, para toke yang sering datang ke daerah mereka memilih berhenti untuk sementara lantaran takut ke luar kota.

“Katanya mereka takut ke kota. Makanya untuk sementara memilih tak jualan,” sebutnya.

Hal serupa dikeluhkan Rijal, petani lainnya. Melihat kondisi ini yang semakin parah, petani sudah mulai khawatir.

“Punya lahan cabai, tapi tak bisa dijual ke luar kota. Biasanya kita menjual ke Medan. Tapi gara-gara si Corona ini, semua tersendat,” ujarnya.

Mereka berharap pemerintah secepatnya tanggap agar petani sedikit terbantu untuk memasarkan hasil pertanian.

“Kalau pemerintah terlibat, kurasa petani bisa agak terbantu. Kalau hasil tani bisa dijual, kan kondisi ekonomi bisa segera membaik. Lihat saja negara Malaysia, hasil pertanian langsung dibeli pemerintah,” sebutnya. (ros)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button