Berita

Pesta Tuak Berujung Maut: Leher Darwin Sitorus Nyaris Putus

BATUBARA, FaseBerita.ID – Darwin Sitorus (40) warga Dusun VIII Desa Kampung Kelapa, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara tewas mengenaskan setelah dikeroyok rekannya di lokasi tambang pasir (galian C), Senin (3/2) dini hari.

Informasi dihimpun, kejadian itu bermula saat korban bertengkar dengan MS di salahsatu kedai tuak.

Pertengkaran itu pun memanas hingga berujung MS disiram tuak oleh korban. Lalu korban beranjak dari kedai tuak menuju tempat kerjanya di galian C.

Belakangan, teman-teman MS mendapatkan kabar soal penyiraman tuak itu dan mereka pun tidak terima atas perbuatan korban. Lalu mereka pergi mencari korban di tempat kerjanya di galian Sei Dalu-dalu II, Desa Pematang Panjang yang mana di galian C tersebut korban bekerja sebagai pengawas.

Tiba di lokasi, para pelaku menemui korban dan selanjutnya terjadi pertengkaran yang berujung penikaman kepada tubuh korban. Bahkan leher korban nyaris putus setelah digorok oleh MS pakai pisau yang telah dipersiapkan sebelumnya. Kejadian itu, sebenarnya disaksikan oleh rekan-rekan korban, namun mereka tidak berani memisahkan karena posisi korban sudah terkapar. Kejadian itu kemudian dilapor ke Polsek Indrapura.

Terpisah, Kapolsek Indrapura AKP Mitha Natasya yang dikonfirmasi wartawan membenarkan kejadian tersebut.

Kapolsek mengatakan, tidak lama setelah, tersangka MS menyerahkan diri, sedangkan dua rekannya masing-masing berinisial GP dan GG dijemput polisi di rumah mereka.

“Saat ini, ketiganya masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Indrapura. Untuk motifnya, biar pimpinan nanti yang menjelaskan,” kata Kapolsek AKP Mitha Natasya.

Dari kejadian itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya sebilah parang besi, satu buah sarung parang warna hitam, sepasang sepatu, satu buah martil besar, dua buah gelas kaca, jam tangan dan kartu anggota ormas kepemudaan korban. (per/fi)



Unefa

Pascasarjana
Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close