Berita

Perut Membesar, Bayi Ini Terkena Tumor Ganas

TANJUNGBALAI, FaseBerita.ID – Ramadhan Syahputra, bayi berusia 11 bulan hanya bisa menangis. Suara tangisnya tersendat-sendat. Sesekali terdengar suara rintihan dari mulutnya. Perutnya terlihat membengkak dan buncit.

Anak lelaki dari pasangan Rusli dan Aldea Fitri baru berusia 11 bulan. Ramadhan didiagnosa terkena tumor ganas di bagian perut. Tumor itu disebut abdomen.

Ramadhan sudah beberapa kali dibawa ke rumah sakit karena bagian perutnya semakin hari makin membesar. Orangtua Ramadhan tidak bisa berbuat banyak. Sebab, perekonomian mereka hanya pas-pasan.

Selasa (30/4), Ramadhan dibawa ke rumah sakit berkat bantuan Camat, Lurah, dan Dinas Kesehatan dan masyarakat. Mereka mendapat bantuan sebesar Rp2 juta.

“Sampai sekarang kondisi anak kami masih belum ditangani secara intensif. Informasi terakhir ada gejala ginjal. Insya Allah, besok diperiksa lagi. Kepada masyarakat Tanjungbalai, mohon doa dan uluran tangan untuk kesembuhan anak kami,” kata Rusli, Ayah Ramadhan.

Sementara Zainal, perwakilan Remaja Masjid Istiqamah Pulau Simardan mengaku prihatin terhadap kondisi Ramadhan. Apalagi bayi tersebut masih berusia 11 bulan.

“Info yang kami dengar, ada penyumbatan atau pencernaan bayi itu terganggu. Dalam hal ini, keluarga sangat membutuhkan uluran tangan masyarakat. Mari kita bantu mereka untuk meringankan biaya pengobatan bayi ini,” kata Zainal.

Sebelumnya, Ramadhan yang merupakan warga Jalan Anwar Idris, Gang Jarum, Kelurahan Bunga Tanjung, Kecamatan Datuk Bandar Timur, Kota Tanjungbalai ini sudah dirujuk ke RSUP Adam Malik Medan.

“Saya berharap, seluruh masyarakat Tanjungbalai turut prihatin dan mau peduli terhadap bayi ini. Tidak lupa, Pemko Tanjungbalai kami ajak untuk berpartisipasi membantu meringankan biaya mereka,” ujarnya.

Hal senada disampaikan salahseorang aktivis mahasiswa yang berjiwa sosial Ihsanur Rasyid Dalimunthe. Ia meminta pemerintah turut simpati dalam kesembuhan bayi ini dengan membantu biaya pengobatan Ramadhan. (CK-04/des)

iklan usi



Back to top button