Berita

Perusahaan Daerah Sibolga Nauli Mulai Berbenah

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Direktur Perusahaan Daerah Sibolga Nauli (PD Sina) Azran Sinaga menyebut untuk saat ini perusahaan yang dipimpinnya sudah mulai berbenah menuju kemajuan. Sehingga menurutnya, perusahaan tersebut tidak perlu dibubarkan.

Hal itu diungkapkannya terkait adanya usulan agar Pemko Sibolga membubarkan PD Sina yang disampaikan dalam rapat paripurna mendengarkan pandangan umum fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertanggung Jawaban pelaksanaan APBD Kota Sibolga Tahun Anggaran (TA) 2018 dan Ranperda Pembentukan Susunan Organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sibolga, untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) belum lama ini.

Ditemui diruang kerjanya, Azran menjelaskan bahwa sejak dihunjuk memimpin PD Sina tahun 2017 lalu, kondisi perusahaan daerah tersebut sangat buruk. Tak hanya itu, aset kondisinya telah banyak yang rusak dan tidak lagi memadai. Kondisi keuangan juga sangat memprihatinkan. Bahkan, terdapat utang perusahaan yang menumpuk peninggalan pengelola sebelumnya.

Di antaranya, honor pegawai yang sudah 6 bulan belum dibayarakan dan kredit mobil yang menunggak. “Pabrik es curah yang di Parombunan, semua peralatannya sudah tidak layak lagi dipakai. Cold storage juga kondisinya rusak. Saya masuk, karyawan sebanyak 21 orang, menagih gajinya yang sudah 6 bulan belum dibayar. Kredit mobil, juga belum dibayar. Jadi, kondisnya waktu saya datang, sangat parah. Makanya sejak 2017, saya dan kawan-kawan yang kerja disini mulai membenahi semuanya. Pelan-pelan, semua utang kita bayar,” kata Azran, Kamis (1/8/2019).

Kemudian, karena kondisi keuangan, jumlah pegawai juga terpaksa dipangkas. Begitu juga dengan pengelolaan dermaga yang ada di Pelabuhan Sambas, ditarik dari tangan pihak ketiga. “Sekarang karyawan kita tinggal 9, dari sebelumnya 21 orang. Sebelumnya, dermaga ini dikontrakkan ke pihak ketiga. Sekarang, sudah kita kelola sendiri,” terangnya.

Pembenahan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Dari 6 unit usaha yang dijalankan, 5 di antaranya sudah mulai berjalan dengan baik dan menghasilkan. Seperti, dermaga, cold storage, pasar Mina Nauli di Jalan Balam, Pasar Dewa Sakti dan kios souvenir di Jalan Horas. “Sekarang, tinggal pabrik es yang belum beroperasi karena masih rusak. Dan itupun, masih ada tanggungan yang harus kita bayarkan. Gaji petugas jaga malam dan abonemen listrik. Kan gak mungkin, di situ saya masuk, utang langsung lunas,” ungkapnya.

Untuk tahun ini masih kata Azran, perusahaan yang dikelolanya telah mampu menyumbangkan PAD, meskipun dengan jumlah yang kecil. “Saya pastikan, tahun ini kita tidak memakai dana penyertaan modal. Bahkan, diakhir tahun nanti, kita sudah mampu menyumbang PAD sekira Rp210 juta,” pungkasnya.

Menurutnya, pencapaian saat ini tidak terlepas dari support yang diberikan walikota, yang terus mendorong mereka untuk terus bekerja maskimal. “Pak Wali terus mendorong kita, kerja, kerja, kerja,” kata Azran.

Untuk itu, sekedar saran, dirinya berharap perusahaan daerah tersebut tidak dibubarkan. Bahkan, bila dianggap tidak mampu, dirinya sebagai pengelola bersedia diganti, demi kemajuan perusahaan.

“Kalau menurut saya, gak usah dibubarkan. Karena, perusahaan daerah ini sangat baik untuk membantu pemerintah daerah menghasilkan PAD. Bila perlu, direksi diganti, kalau memang saya dianggap tidak mampu. Silahkan dicari, orang-orang yang mumpuni mengelola perusahaan ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, dalam rapat paripurna beberapa hari lalu, ketua DPRD Sibolga Tonny Lumban Tobing sebagai pimpinan sidang menyampaikan usulannya, agar perusahaan daerah tersebut dibubarkan. Untuk pengelolaan asetnya, agar dikembalikan ke dinas terkait. (ts)

iklan usi



Back to top button