Berita

Perusahaan Angkutan Umum Diduga Tak Laporkan Izin Trayek

FaseBerita.ID – Perusahaan yang bergerak di bidang jasa angkutan umum seperti taksi, mini bus dan bus diwajibkan melaporkan izin trayek operasi angkutan kepada Dinas Perhubungan yang berada di daerah setempat. Tak hanya itu, armada pengangkut penumpang pada perusahan angkutan juga tidak diperbolehkan menggunakan plat berwarna hitam, melainkan harus berplat kuning.

Namun peraturan tersebut sepertinya tidak dihiraukan oleh pengusaha Tiomaz Trans yang bergerak di bidang jasa angkutan umum. Diduga, perusahaan tersebut tidak melaporkan izin trayek kepada Dinas Perhubungan Kota Sibolga sampai lima bulan lamanya.

Bukan hanya itu, armada yang digunakan juga masih berplat hitam. Hal itu dinilai dapat merugikan penumpang, seperti yang diatur dalam UU nomor 33 Tahun 1964 jo PP nomor 17 Tahun 1965.

Bahwasanya Jasa Raharja tidak akan memberikan jaminan santunan kepada penumpang usaha angkutan umum ketika kecelakaan terjadi, karena masih menggunakan plat berwarna hitam.

Saat dikonfrimasi awak media di loket Tiomaz Trans yang berada di Jalan Mesjid Nomor 50 Kota Sibolga, Selasa (10/3), oknum pengawas bernama Rizki Simanjuntak mengatakan bahwa perusahaan angkutan itu memang sudah beroperasi selama lima bulan di Kota Sibolga. “Iya kita memang sudah beroperasi selama lima bulan. Tapi mengenai izin, kita sudah memberitahukan kepada Dinas Perhubungan Kota Sibolga melalui Tiomas Trans yang ada di Kota Medan,” kata Rizki.

Masih katanya, mengenai plat armada angkutan yang masih berwarna hitam, memang diakuinyamasih dalam proses peralihan. “Ya, kita sedang melakukan peralihan dari plat hitam ke plat kuning. Sementara untuk izin, kita satu pintu langsung dari provinsi. Jadi dari provinsi yang mengurus izin kita di Kota Sibolga,” jelasnya.

Namun hal itu dibantah oleh Kepala Seksi Angkutan pada Dinas Perhubungan Kota Sibolga, Drs Hotman Hasibuan. Menurut Hotman, pihaknya bahkan belum mengetahui ada usaha transportasi dengan nama Tiomaz Trans di Kota Sibolga.

“Kami dari pihak Dinas Perhubungan, sejauh ini tidak mengetahui bahwasanya ada usaha transportasi antar kota, bahkan sampai ke provinsi yang bergerak di bidang jasa angkutan umum di Kota Sibolga bernama tiomaz Trans. Karena sejauh ini mereka tidak pernah melaporkannya kepada kami,” ujar Hotman.

Sambungnya, seharusnya pengusaha jasa angkutan umum itu terlebih dulu melengkapi izin, baru kemudian beroperasi. “Seharusnya lengkapi dulu izin mereka, apalagi ini menyangkut orang banyak. Jika terjadi hal yang tidak diinginkan, siapa nanti yang akan bertanggung jawab? Sedangkan mereka masih menggunakan plat berwarna hitam.”

Meski begitu, pihak Dinas Perhubungan akan kembali mempertanyakan kepada pengusaha Tiomaz Trans terkait izin dan lainnya.

“Kita akan mempertanyakannya kembali ke pihak pengusaha jasa angkutan umum Tiomaz ini. Soal izin, apa yang mereka miliki dan sampai sekerang kami memang tidak mengetahui jasa angkutan umum Tiomaz tersebut,” tukasnya. (tam)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button