Berita

Pertumbuhan Ekonomi Kota Siantar Melambat

SIANTAR, FaseBerita.ID – Laju pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator yang dapat digunakan untuk melihat perkembangan perekonomian di suatu daerah. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi merupakan salah satu prasyarat landasan pembangunan yang harus dipenuhi.

Berdasarkan data dari Pemko Siantar, bahwa pada tahun 2013 pertumbuhan ekonomi di Kota Siantar cenderung mengalami perlambatan. Namun pada tahun 2014 mengalami kenaikan dan tahun 2015 mengalami perlambatan lagi. Tercatat pada tahun 2013 pertumbuhan ekonomi sebesar 5,75 persen.

Kemudian pertumbuhan ekonomi Kota Siantar di tahun 2014 membaik dengan terlihatnya pertumbuhan ekonomi yang mencapai sebesar 6,34 persen. Namun pada tahun 2015 mengalami perlambatan sebesar 5,24 dan pada tahun 2016 mengalami perlambatan lagi yaitu sebesar 4,86 persen dan terus melambat sampai pada tahun 2017 yang mencapai 4,41 persen.

Sementara itu Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Siantar secara kumulatif menempati rangking dua untuk tingkat wilayah Sumatera Utara dengan nilai 77,54. Indikator IPM ini meliputi angka harapan hidup, harapan lama sekolah dan daya beli.

Kontribusi bidang kesehatan untuk IPM tergambar dari indeks angka harapan hidup yang menunjukkan adanya kenaikan. Angka harapan hidup di Kota Siantar pada tahun 2017 sebesar 72,63. Meningkat sebesar 0,17 dari tahun 2016 sebesar 72,46.

Berarti penduduk Kota Siantar yang lahir per Tahun 2017 akan mempunyai harpan untuk mencapai umur 74-75 tahun. Kondisi ini masih berada di atas indeks harapan hidup Provinsi Sumatera Utara yaitu senilai 63,37. Hal ini dikarenakan semakin meningkatnya layanan bidang kesehatan dan antusias masyarakat akan pentingnya kesehatan.

Untuk indikator pendidikan yang digunakan menghitung IPM adalah angka melek huruf. Kemampuan membaca dan menulis penduduk Kota Siantar relatif baik, di mana hampir semua penduduk desa membaca dan menulis. Periode 2014-2018 selalu di atas 99 persen. (pra)

iklan usi



Back to top button