Berita

Perpisahan dengan Dokter, Pegawai dan Staf RSUD Djasamen Saragih

Dokter Susanti Menangis Dihadiahi Hiou dan Bulang

FaseBerita.ID – Dokter Susanti Dewayani memasuki masa purna bhakti sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Mulai 1 Maret 2020, istri dari Erizal Ginting ini pensiun sekaligus melepas jabatan kedinasan sebagai Direktur RSUD Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar yang telah diemban sejak tiga tahun lalu.

Dan, sebagai ungkapan rasa syukur atas semua itu, dr Susanti menggelar seremoni perpisahan dengan seluruh dokter, pegawai dan staf rumah sakit berplat merah itu, pada Kamis (27/2) siang. Acara yang digelar di halaman rumah sakit ini, diawali dengan doa dan berlangsung meriah dibungkus senyum bahagia dan tangisan haru.

Dokter Harlen Saragi, ketua panitia perpisahan sekaligus perwakilan manajemen dalam kata sambutannya mengucapkan puji dan syukur kepada Tuhan atas berkumpulnya dokter, pegawai dan staf dalam acara perpisahan dengan dokter Susanti.

“Acara ini murni resmi dari ibu dokter karena telah memasuki masa purna bhakti. Resmi mulai 1 Maret sudah pensiun. Tidak ada di sini politik. Acara ini murni dari kita, untuk kita, kepada kita semua. Ini acara internal rumah sakit,” ujar dokter Harlen dengan tegas.

“Saya mewakili manajemen, mohon maaf bila selama ini dalam pekerjaan ada ketersinggungan atau yang kurang pas. Kami semua juga mengucapkan terima kasih kepada ibu direktur atas terlaksananya acara ini. Melalui acara ini bakat-bakat menyanyi para pegawai yang selama ini terpendam jadi muncul. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih,” pungkas dokter Harlen.

Hal senada disampaikan dokter Efrilyn Sidabutar mewakili teman-teman sejawat. Menurutnya, selama tiga tahun di bawah kepemimpinan dokter Susanti, mereka sebagai dokter banyak rewelnya, juga salah. “Saya mewakili teman-teman dokter, mohon maaf.

Yang jelek jangan diingat ya, ibu,” sebut dokter penyakit dalam ini.

“Kami doakan semoga ibu semakin sukses di mana pun itu. Doa kami semua, semoga Tuhan memberikan yang terbaik untuk ibu,” tutupnya.

Tak hanya perwakilan dokter, Gina Simanjuntak mewakili seluruh perawat juga menyampaikan ucapan perpisahan.

“Buat ibu dan keluarga, dari lubuk hati terdalam saya mewakili teman-teman perawat mengucapkan banyak terima kasih atas kepemimpinan ibu selama ini. Kami doakan yang terbaik untuk ibu. Karena ibu layak mendapatkan yang terbaik. Jangan lupakan persahabatan kita. Persahabatan itu tidak diukur dengan jarak.

Bila ada kekurangan kami selama ini, kami mohon dimaafkan,” sebut Gina.

Rianti Aritonang, mewakili staf juga mengucapkan terima kasih atas kerja keras ibu dokter membangun rumah sakit. “Selamat memasuki masa purna bhakti. Semoga apa yang ibu cita-citakan diridhoi Tuhan. Aamiin,” singkat Rianti.

Kadis Kesehatan Kota Pematangsiantar Ronald Saragih selaku tamu undangan istimewa turut menyampaikan selamat memasuki masa purna bhakti. “Ini semua berkat dan anugerah, boleh mencapai masa kerja 30 tahun. Tidak semua orang bisa demikian. Saya berdoa segala rencana ke depan diridhoi. Keluarga diberi kesehatan. Mohon maaf bila ada kekurangan selama ini apakah sebagai dokter atau teman secara kedinasan. Salam sehat, Indonesia sehat,” ucap Ronald.

Usai penyampaian kata-kata sambutan, acara perpisahan dilanjutkan dengan pemberian cendera mata oleh dokter, pegawai dan staf. Pada momen ini, dokter Susanti tidak bisa membendung tangis kebahagiaannya. Apalagi saat teman sejawat menyerahkan pakaian adat Simalungun berupa hiou dan bulang. Dokter Susanti sesekali terlihat menghapus air yang menggenang di sudut mata.

Selesai pemberian cenderamata, giliran dokter Susanti yang menyampaikan ucapan terima kasih dan permohonan maaf. “Saya berusaha untuk sanggup mengeluarkan kata-kata. Tapi, kalau pun harus menangis, enggak apa-apa, saya sudah siapkan tisu,” ucap dokter Susanti membuka kata sambutannya.

Dalam sambutannya, dokter Susanti mengucapkan terima kasih kepada Kadis Kesehatan Ronald Saragih yang hadir pada acara perpisahan ini. Dokter Susanti tidak menyangka acara berlangsung demikian meriah. “Saya betul-betul tidak menyangka acara perpisahan ini akan meriah. Soalnya saya cuma bilang ke pak Harlen, kita adakan acara perpisahan. Saya benar-benar terkejut, ternyata acaranya bisa begini meriah,” ucap dokter Susanti.

Menurut dokter Susanti, saat ini ia sudah memasuki masa purna bakhti. Per 1 Maret sudah mengundurkan diri dari kursi direktur dan ASN. Pengunduran dirinya atas kemauan sendiri dan telah dipertimbangkan matang-matang. Surat pengundurannya dilayangkan pada Oktober 2019 dan dikabulkan Februari.

“Saya berhenti dari Direktur Utama RSUD Djasamen Saragih, untuk melangkah pada tugas yang lebih besar. Saya akan tetap fokus pada bidang kesehatan bersama kalian. Saya tidak meninggalkan kalian, saya akan perjuangkan tujuan rumah sakit ini,” ucap dokter Susanti disambut tepuk tangan seluruh undangan yang hadir.

“Saya bangga pernah menjadi bagian dari rumah sakit. Saya juga bangga punya tiga Wakil Direktur (Wadir) yang gigih memajukan rumah sakit. Terima kasih kepada para Wadir, tetaplah membimbing dan membina dalam menjalankan pelayanan rumah sakit Djsamen Saragih. Terima kasih juga kepada pak Kadis Kesehatan atas kerja sama selama ini,” sambung dokter Susanti.

“Mohon maaf kepada semua apabila ada yang tersinggung. Dan, terima kasih yang tak terhingga untuk semua. Doa saya tetap pada rumah sakit ini,” tutup dokter Susanti.

Acara seremoni perpisahan ini diakhiri dengan salam-salaman oleh seluruh dokter, pegawai, staf hingga cleaning service. Mereka terlihat sedih mengucapkan salam perpisahan kepada dokter Susanti. Ada banyak yang meneteskan airmata ketika bersalaman dan berpelukan dengan dokter Susanti. Usai bersalaman, acara dilanjutkan dengan makan siang dan hiburan. (ann)

Melawan Virus Corona   Pascasarjana USI  
Tags

Berita lainnya

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close