Berita

Permintaan Hewan Kurban di Asahan Masih Lesu

FaseBerita.ID – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Asahan menyatakan ketersediaan hewan kurban cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada hari raya Idul Adha 1441H. Namum, perlintasan jual beli hewan kurban sampai saat ini masih terlihat sepi.

“Ada terjual namun masih sedikit. Mungkin ini karena dampak Covid-19,” kata Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Asahan, Hardiansyah Siregar SPt, Senin (27/7).

Hardiansyah berharap mendekati hari raya kurban jual beli hewan ternak bisa ramai. Apalagi bila jual belinya di pasar ternak. Karena dipasar ternak pihaknya menyediakan hewan kurban yang sehat dan terjamin.

Setiap pembelian hewan kurban, pihaknya mengeluarkan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH), surat keterangan kepemilikan ternak (SKKT) dan surat jalan ternak.

“Artinya lebih aman beli hewan kurban di pasar ternak, begitu juga hewan di petani, karena mantri ternak Asahan selalu memantau kesehatan hewan di petani,” sebutnya.

Senada, sejumlah peternak hewan kurban seperti lembu dan kambing di Kabupaten Asahan juga mengeluhkan menurunnya omset penjualan hewan kurban mereka. Menurut pedagang kondisi itu boleh jadi dipengaruhi pandemi covid-19 yang masih berkepanjangan mengakibatkan lesunya perekonomian masyarakat.

“Tahun ini memang sudah terasa penjualan hewan kurban itu menurun lima puluh sampai tiga puluh persen lah. Biasa seminggu sebelum Idul Adha rata-rata warga yang pelihara sapi / lembu disini sudah dipesan orang lima sampai sepuluh ekor. Ini rata-rata baru tiga ekor saja,” kata Muliadi salah seorang pemilik sapi di Kecamatan Sei Dadap, Kabupaten Asahan.

Untuk harga, ia menjelaskan kisaran sapi / lembu yang berbobot 80-90 kilogram biasanya dihargai sebesar Rp 15 Juta rupiah. Sementara untuk berat 80 kilogram ke bawah berkisar 13-12 juta per ekornya.

Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, diakui peternak mereka bisa menjual 15 hingga 20 ekor. Namun sepertinya tahun ini akan terjadi penurunan daya beli masyarakat. Bisa dipastikan karena melemahnya ekonomi masyarakat akibat virus corona yang sudah menyerang sejak bulan Maret hingga sampai saat ini. (per)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button