Berita

Permainan Tembak Ikan Masih Beroperasi di Jalan Ahmad Yani Sibolga

FaseBerita.ID – Hingga kini, permainan ketangkasan tembak ikan atau yang biasa disebut dengan gelanggang permainan (gelper) masih bebas beroperasi di Kota Sibolga.

Nauli Game, yang berada di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Pasar Baru, Sibolga Kota, satu-satunya lapak penyedia permainan berkedok ketangkasan anak tersebut.

Oleh karena itu, Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) mendesak Kapolda agar segera menutup gelper tembak ikan tersebut. Pasalnya, sudah banyak rumah tangga yang dinilai rusak karena permainan tersebut.

Tak hanya pria, kaum wanita pun sudah banyak yang menggilai jenis permainan ini, karena hadiah besar yang dijanjikan sangat menggiurkan pemain.

“Tolong Pak Kapolda, Nauli Game ini ditutup. Sesuai dengan pernyataan Pak Kapolda, akan memberantas judi, termasuk judi tembak ikan di Sumatera Utara. Sudah banyak suami istri yang berkelahi di sini. Suami, pulang kerja langsung nyetorkan uangnya ke mesin ini. Sedangkan, istri dan anak tidak makan lagi di rumah. Ibu-ibu juga banyak yang main di sini. Bahkan sambil menggendong bayinya, dia asyik bermain. Suami di rumah pun tidak lagi terurus, akhirnya terjadi perkelahian. Ini yang tidak kita inginkan terjadi,” kata Hotma Purba, Ketua Investigasi Bara JP, Rabu (19/2).

Sekilas, Hotma menjelaskan teknik permainan yang dilakukan di Nauli Game. Sebelum bermain, pemain harus menukarkan uangnya dengan koin terlebih dahulu. Kemudian, bila menang, angka yang tertera pada mesin dapat ditukar dengan voucer atau rokok. Setelah itu, rokok atau voucer dapat ditukar kembali dengan uang pada orang yang sudah dihunjuk di belakang ruangan.

“Permainan diatur seperti tidak ada perjudian. Padahal, semua hanya tipuan saja. Uang ditukar dengan koin, koin lalu ditukar lagi dengan voucer atau rokok. Kalau sudah gak mau main lagi, voucer atau rokok bisa kita tukarkan dengan uang lagi dibelakang, ada orangnya khusus menukar,” terangnya.

Untuk hadiah, menurut Hotma, dengan nilai koin Rp1000, hadiahnya bisa mencapai puluhan juta rupiah. “Per koin itu hanya Rp1000. Bisa saja orang menang sampai Rp10 juta hanya modal Rp50 ribu. Makanya, banyak orang yang nekat menjual harta bendanya hanya untuk modal main di sini. Mereka berhalusinasi, bisa menang sampai puluhan juta,” pungkasnya.

Sementara, dari hasil survei yang mereka lakukan, diperkirakan perputaran uang di Nauli Game mencapai angka Rp50.000.000 per hari. “Sudah bisa kita bayangkan, miliaran uang dari Kota Sibolga yang disedot per bulannya. Pemilik permainan bukan warga Sibolga. Artinya, uang dari Sibolga dibawa keluar setiap hari. Ini yang membuat perekonomian kota ini tambah hancur,” ketusnya. (ts)

Universitas Simalungun  
Tags

Berita lainnya

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close