HUT RI
Berita

Perlu Perbaikan Regulasi Lembaga Kesehatan

FaseBerita.ID – Dalam mengelola rumah sakit, para dokter dan pihak manejemen rumah sakit semestinya bergandeng tangan dan sejalan. Budaya pelayanan yang baik terhadap pasien harus tetap diutamakan agar seluruh pasien dapat nyaman untuk mendapat perawatan dari rumah sakit.

Hal ini disampaikan dr Sortaman Saragih SH Mars pada pemaparannya ketika didaulat sebagai nara sumber pada acara Seminar Ikatan Dokter Indonesia (ID) Cabang Siantar-Simalungun 2019, di Sapadia Hotel, Jumat (22/3) bersama dr Reinhard JD Hutahaean SpD SH MM selaku sekretaris IDI Siantar-Simalungun.

dr Sortaman Saragih SH Mars yang sudah berpengalaman mengelola rumah sakit Citama Grup yang juga RS Betesda Saribudolok menerangkan, dalam hubungan rumah sakit dengan BPJS Kesehatan perlu ada perbaikan-perbaikan regulasi atau aturan untuk menghindari masalah antara pihak rumah sakit dengan pihak BPJS Kesehatan.

Pandangan Sortaman ini diperkuat oleh nara sumber dr Reinhard JD Hutahaean SpD SH MM. Disebutkan bahwa kondisi penyelenggara JKN yang disebut dengan BPJS Kesehatan masih lemah dalam aturan pada hubungannya dengan pihak rumah sakit.

Misalnya, soal rekam medik si pasien yang seharusnya hanya boleh diketahui oleh pihak rumah sakit dan si pasien. Namun dalam hal ini, untuk kepentingan klaim, maka pihak BPJS Kesehatan juga harus mengetahui rekam medik tersebut. Padahal BPJS Kesehatan merupakan pihak ketiga.

Baca: Ephorus GKPS: Sortaman Memiliki Gagasan yang Jelas

“Nah, regulasinya di mana? Nah di sinilah kita selaku IDI sangat perlu memiliki sosok untuk bisa berbicara di parlemen untuk mendorong dan menyuarakan perbaikan-perbaikan peraturan perundang-undangan. Sebab terkait aturan BPJS Kesehatan merupakan kebijakan secara nasional,” katanya.

Pada kesempatan itu dr Reinhard JD Hutahaean SpD SH menegaskan bahwa secara lembaga, IDI tidak boleh berpolitik, namun IDI sangat mendukung bila ada anggota IDI yang ingin maju di parlemen untuk menyuarakan yang berkaitan kelangsungan profesi dokter.

“Kita sebagai dokter sangat berharap di DPR itu anggota IDI yang benar-benar memiliki visi dan misi dalam membangun dunia kesehatan ini ke arah yang lebih baik. Sebab, kebijakan yang lahir tidak terlepas dari kebijakan politik, maka kita juga sebaiknya punya utusan politik,” kata dr Reinhard JD Hutahaean SpD SH di hadapan ratusan anggota IDI Siantar-Simalungun serta pihak management rumah sakit.

Banyak hal yang ditanyakan peserta seminar kepada narasumber, baik tentang keluhan pasien yang terkadang tidak sejalan dengan pelayanan rumah sakit sampai tentang jasa dokter dari pelayanan BPJS Kesehatan.

Ada juga peserta bertanya tentang komitmen Sortaman Saragih yang saat ini mendedikasikan dirinya untuk maju sebagai anggota DPR RI.

Mendapat pertanyaan ini, Sortaman Saragih langsung menanggapi bahwa dalam berdemokrasi, masyarakat khususnya praktisi kesehatan tidak boleh pesimis.

“Kita harus optimis tentang adanya perubahan di dunia kesehatan. Makanya negara memberikan waktu lima tahun kepada wakil rakyat agar diberi kesempatan untuk memilih wakilnya yang benar-benar hatinya untuk perubahan,” ujar Sortaman yang saat ini sebagai politisi Perindo.

“Sekarang adalah momennya. Maka kita harus optimis bahwa perjuangan untuk mengakomodir kemajuan dokter maupun rumah sakit masih terbuka lebar. Saya sudah merasakan bagaimana kelayakan pengharagaan terhadap dokter bahkan juga mengelola rumah sakit. Saya merasakan bahwa banyak aturan atau regulasi yang perlu diperbaiki,” ujar Sortaman Saragih yang merupakan kelahiran Kabupaten Simalungun ini.

Menanggapi pernyataan Sortaman itu, beberapa peserta seminar langsung mengungkapkan bahwa memang perlu ada perwakilan di pusat dari kalangan dokter. “Selama ini kita melihat calon-calon disibukkan dengan untuk kesejahteraan guru dan lainnya. Sementara kalangan dokter terlupakan. Kita berharap problem pelayanan kesehatan dalam era JKN ini dapat segera terselesaikan,” ujar peserta seminar.

Usai pemaparan dari dr Sortaman Saragih dan dr Reinhard JD Hutahaean SpD SH acara seminar tersebut istrahat sebentar dan dilanjutkan dengan pemaparan dari Dr Binsar P Sitanggang SpOG MH dengan topik bahasan mengenai aspek etik dan hukum Fraud pada jaminan kesehatan nasional.

Tapi sebelum masuk ke sesi tersebut, panitia memberikan cendramata kepada narasumber dr Sortaman Saragih dan dr Reinhard JD Hutahaean SpD SH serta moderator yang diserhkan oleh Ketua IDI Siantar-Simalungun dr SP Reinhard Sihombing. (pra)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button