Berita

Perkelahian Remaja yang Viral Berawal dari Tempat Karaoke di Psp

FaseBerita.ID – Perkelahian dua gadis remaja yang kemudian jadi viral dalam unggahan video di media sosial itu, berawal dari tempat hiburan malam di bilangan Jalan By Pass AH Nasution, Desa Pudun Jae, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua.

Kejadian itu sendiri tepatnya pada Jumat (21/2) sekitar pukul 17.30 Wib, di depan gerbang SMAN 6 Padangsidimpuan, Kompleks Pendidikan Sadabuan.

Dua remaja itu adalah NAP (17) dan ED (16), keduanya merupakan warga di kelurahan yang sama di Kecamatan Padangsidimpuan Selatan. NAP masih berstatus pelajar di salahsatu SMK sementara ED, anak yang putus sekolah dari salah satu SMK.

Dari informasi yang didapat, perkelahian itu bermula pada Kamis (20/2) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, ED beradu mulut dengan NAP di salahsatu tempat karaoke di pinggiran Jalan By Pass itu. Persoalannya hanya mengenai kunci sepedamotor. Namun berlanjut saling sindir melalui media sosial.

ED melihat pesan status (story) di akun facebook milik NAP dengan kalimat kurang baik, dan ia merasa tersindir dari pesan status itu. Dan ED kemudian membalas melalui perpesanan yang berujung saling caci dan maki. Dan keduanya berjanji bertemu di kawasan Tor Simarsayang keesokan harinya.

Jumat (21/2) sekitar pukul 17.00 Wib, kedunya pun bertemu tepatnya di lapangan puncak Tor Simarsayang, dan saling membawa temannya masing-masing.

Begitu bertemu, ED pun langsung menghampiri dan menjambak rambut NAP, begitu juga NAP sebaliknya menjambak rambut ED. Namun itu berlangsung sebentar karena dilerai oleh orang-orang yang ada dan datang ke sekitar lokasi itu.

NAP kemudian mengajak agar perkelahian itu dilanjutkan. Oleh ED, kemudian mengajak agar pergumulan mereka dilanjutkan di depan gerbang SMAN 6 Padangsidimpuan. Karena menurutnya itu kawasan yang jauh dari pantuan masyarakat. Mereka pun beranjak, masing-masing mengendarai sepedamotor dan bersama teman.

Di sini, keduanya pun saling menjambak rambut. Namun terakhir, posisinya ED menjatuhkan NAP dan menghempaskan kepala lawannya itu ke badan jalan berulang kali, sampai akhirnya dipisah sejumlah remaja lain yang semula menonton dan mengabadikan perkelahian itu lewat kamera smartphone.

Aksi perkelahian dua gadis remaja ini kemudian menuai persoalan setelah video mereka menjaii bahan pergunjingan di media sosial. Polisi dari Satreskrim Polres Kota Padangsidimpuan melakukan penyelidikan hingga menginterogasi dua remaja itu. Serta para saksi yang merupakan pelajar, teman-teman dari keduanya.

Polisi juga melakukan koordinasi dengan Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Padangsidimpuan, Peksos Kementerian Sosial, pihak SMK tempat salahsatu pelajar bersekolah serta keluarga kedua belah pihak.

“Ke keluarga besok kita panggil, bagaimana tindak lanjutnya kita serahkan ke mereka. Dan kita juga sertakan perlindungan perempuan dan anak dalam hal ini,” kata Kasat Reskrim Polres Kota Padangsidimpuan AKP Bambang Herianto.

Disebut tempat awal mula perkelahian itu ketersinggungan di tempat hiburan malam, Bambang mengaku belum mendapat informasi detailnya. (san)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button