Berita

Perjuangan Karyawan Cari Keadilan: Dituduh Curi Kayu, PHK tanpa Pesangon

FaseBerita.ID – Nasib malang menimpa Alex Sihotang, seorang karyawan PT SPA, perusahaan yang bergerak di bidang perikanan, beralamat di Jalan Gatot Subroto, Pondok Batu, Tapteng. Ia dituduh mencuri 5 batang kayu bekas dan langsung di-PHK tanpa pesangon.

Tak terima diperlakukan semena-mena, Alex mencari keadilan dan melapor ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Tapanuli Tengah. Disnaker kemudian menggelar pertemuan antara Alex dengan pihak PT SPA yang diwakili Golfrid Sirait sebagai Kepala Personalia dan Achong, Menager Lapangan, Senin (10/2) lalu.

Dalam penjelasannya pada rapat yang dipimpin oleh Kasi Tenaga Kerja Asidin Sitompul didampingi oleh Betty Simanullang, pihak perusahaan ngotot menuduh Alex sebagai pencuri dan belum bersedia untuk membayarkan pesangon sesuai dengan yang tertera pada Undang-undang Ketenagakerjaan nomor 13 tahun 2003 pasal 156. Hadir pula pada rapat tersebut, Sekretaris Disnaker Tapteng Misnan dan Nazaruddin Pulungan Kabid Industri.

Sementara, Alex tetap membantah kalau dia mencuri kayu bekas tersebut dan menuntut pihak perusahaan agar membayarkan kewajibannya yang telah memberhentikannya bekerja secara sepihak.

Menurut Alex, ia tidak ada mencuri. Saat itu ia disuruh seorang pekerja galangan kapal perusahaan tersebut untuk mengangkat 5 batang broti atau kayu bekas. Ia juga menyebut bahwa pekerja galangan kapal itu bernama Madi Simatupang. Namun malah yang ia alami adalah dirumahkan secara sepihak. Ironinya, perusahaan juga menganggapnya tidak layak diberikan pesangon.

Pertemuan tiga pihak, Alex, Disnaker dan perwakilan perusahaan itu pun berjalan alot. Karena tidak ada keputusan dari pihak perusahaan, maka Asidin Sitompul menyudahi pertemuan dan akan menggelar rapat lanjutan dengan agenda mendengarkan keputusan pihak PT SPA pada Senin (17/2) mendatang sekira pukul 10.00 WIB.

Usai rapat, Alex yang ditemui New Tapanuli membantah tudingan pihak perusahaan yang menyebutnya sebagai pencuri kayu. Menurutnya, dia hanya disuruh oleh Madi mengangkat kayu tersebut karena tahu kalau Madi juga merupakan pekerja di PT SPA. Kemudian, kayu yang dia angkatpun bukan untuk kebutuhan perusahaan lain, melainkan juga untuk kepentingan perbaikan kapal di perusahaan tersebut.

“Yang kutahu, Madi ini digaji oleh PT SPA, yang bekerja di bagian docking kapal. Kenapa saya mau disuruh ngangkat kayu, karena kata Madi, kayu itu untuk membuat peranca kapal, bukan untuk dibawa keluar perusahaan, untuk kepentingan pribadi. Dan perbaikan kapal itupun untuk kepentingan perusahaan. Kok dituduh saya mencuri?” kata Alex dengan nada kesal, didampingi Parulian Sihotang yang merupakan keluarga sekaligus sebagai penerima kuasa atas kasus tersebut, Senin (10/2).

Ironinya, lanjutnya menceritakan kronologis kejadian, pihak perusahaan ngotot memecatnya meski Madi sudah mengakui kalau dialah yang memerintah Alex untuk mengangkat kayu bekas tersebut ke galangan kapal.

Bahkan, Madi pernah memohon kepada pihak perusahaan agar tidak memecat Alex. “Kejadiannya tanggal 15 Januari 2020. Saya akui kalau saya ada mengangkat 5 broti, disuruh oleh Madi dan dilihat oleh Menager Lapangan, Achong. Madi sudah mengakui ke pihak perusahaan, kalau dia yang menyuruh aku. Anehnya, kenapa cuma aku yang dipecat. Padahal, Madi sudah mengakui kalau dia yang menyuruh. Tapi, sampai sekarang Madi masih tetap kerja, cuma aku yang dipecat,” ketusnya.

Setelah kejadian tersebut masih kata ALex menjelaskan, Kepala Personalia PT SPA, Golfrid Sirait menyuruhnya untuk membuat surat pengunduran diri dan mengakui kalau dia telah mencuri 5 batang kayu bekas. Karena tidak terima dengan perlakuan PT SPA padanya yang sudah mengabdi selama 9 tahun, kejadian tersebutpun dia laporkan ke Dinas Tenaga Kerja Pemkab Tapteng.

“Saya gak aib menandatangani surat pengunduran diri itu. Karena, mereka tidak memberi saya pesangon. Padahal, sudah 9 tahun saya bekerja dengan gaji terakhir hanya sebesar Rp2.100.000. Makanya saya laporkan ke Disnaker Tapteng dengan harapan hak saya sebagai buruh yang tertera pada Undang-undang ketenagakerjaan nomor 13 tahun 2003 dapat saya terima,” pungkasnya. (ts)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker