Berita

Peristiwa Adu Jotos di Lapo Tuak, Pelaku: Kukira Dia Pingsan, Makanya Kutinggal

FaseBerita.ID – Muhammad Efendy Hasibuan (25), pelaku yang memukul rekannya Syahdan Kesumayadi (38) hingga tewas, tak pernah berpikir hidupnya akan berakhir di bui.

Pasca kejadian naas itu, pelaku langsung diamankan personel unit Sat Reskrim Polres Siantar, Minggu (16/2). Pelaku diringkus dari rumahnya di Jalan Lokomotif, Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Utara.

Malam itu, petugas menyita barang bukti berupa satu unit sepedamotor Honda Supra bernopol BK 4444 ZJ dan sandal serta baju kaos koyak milik pelaku.

Kanit 1 Jahtanras Sat Reskrim Polres Siantar Ipda Wilson Panjaitan SE ditemui di ruang kerjanya, Senin (17/2) sekira pukul 11.00 Wib, membenarkan pelakunya Muhammad Efendy Hasibuan telah ditangkap.

Namun saat penangkapan pelaku tidak mengetahui bahwa korbannya Syahdan Kesumayadi yang ia pukul telah tewas.

“Pelaku mengira korban Syahdan Kesuma hanya pingsan. Makanya langsung pergi dan pulang ke rumah. Pelaku bilang hanya sekali memukul korban pakai siku tangan,” ucap Ipda Wilson.

Awalnya pelaku dengan menaiki sepedamotornya bonceng tiga dengan korban dan temannya bermarga Haloho, pergi minum tuak di lapo milik Boru Sihombing di Jalan Bandung, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Siantar Barat.

Baca sebelumnya: Adu Jotos di Lapo Tuak Berakhir Tragis, 1 Tewas

Lantaran sudah larut malam, tepatnya Minggu (16/2) sekira jam 01.00 Wib pagi, pelaku mengajak korban pulang.

Rupanya saat diajak pulang, korban tidak bersedia.

“Masih di dalam lapo satu orang temannya lagi, makanya korban nggak mau diajak pulang,” terangnya.

Keduanya sempat berdebat dan adu mulut karena pelaku mengajak pulang. Korban malah menarik baju yang dipakai pelaku sampai koyak.

Hal itu ternyata membuat pelaku tersinggung. Lalu membogem wajah korban pakai siku tangannya yang membuat korban tersungkur di TKP.

Awalnya kejadian pemukulan yang menewaskan korban, pelaku berupaya menutup-nutupinya. Namun berkat keterangan saksi di TKP dan pemilik lapo tuak, ternyata korban tewas akibat dipukul pelaku.

“Ada yang melihat pelaku berdebat mulut dengan korban. Dari situ kita bergerak mengamankan pelaku di rumahnya. Hasil interogasi pelaku mengakui perbuatannya. Cuma satu kali saja dipukul pakai siku tangannya menurut pengakuan pelaku,” tandasnya.

Akibat perbuatan itu, pelaku diancam Pasal 351 ayat (3) Subs Pasal 338 KUHP Penganiayaan yang mengakibatkan orang meninggal dunia.

Sebelumnya, Syahdan Kesumayadi (38) warga Nagahuta, Kelurahan Setia Negara, Kecamatan Siantar Sitalasari, tewas setelah terlibat adu jotos dengan rekannya Muhammad Efendy Hasibuan (25) warga Jalan Bangsal Lokomotif, Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Utara, Minggu (16/2) sekira pukul 04.00 WIB.

Informasi dihimpun dari warga sekitar, sebelum peristiwa naas itu terjadi, sekira pukul 00.30 WIB, keduanya sama-sama minum tuak di di salahsatu lapo tuak di Jalan Bandung, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Siantar Barat atau sekitar TKP.

Karena sudah larut, keduanya sama-sama pulang ke arah Rindam. Namun, baru beberapa langkah dari warung tuak, keduanya terlibat perkelahian hingga adu jotos.

Awalnya, kata warga, keduaya saling tatap-tatapan wajah. Korban kemudian marah. Lalu menarik baju pelaku. Merasa tidak terima diperlakukan seperti itu, pelaku akhirnya berang.

Seketika, keduanya terlibat perkelahian, dan pelaku langsung mendaratkan pukulan ke wajah korban menggunakan tangan sebelah kanan.

Syahdan kemudian terjatuh hingga tak sadarkan diri. Sementara, warga yang melihat hal itu segera melarikan korban ke RSUD Djasemen Saragih menggunakan betor milik Sumardi, warga setempat.

Setibanya di rumah sakit, korban sempat ditangani medis. Namun, tak berapa lama kemudian, korban meninggal dunia. Selanjutnya jenazah korban dititipkan di ruang forensik. Kemudian, Minggu sore, keluarga menjemput jenazah korban untuk dibawa ke rumah duka.

KBO Reskrim Polres Siantar Iptu Sutari membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun, ia enggan membeberkan secara rinci peristiwa yang merenggut nyawa tersebut.

“Benar. Tadi malam kita sudah ke kamar mayat begitu dapat informasi itu. Tapi konfirmasinya sama Humas saja ya. Nggak berani aku,” ujarnya dikonfirmasi lewat sambungan telepon selulernya Minggu sore sekira pukul 17.05 WIB. (Mag-03)



Unefa

Pascasarjana
Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close