Berita

Peringati Hari Air se-Dunia, Komunitas Pecinta Alam Bagi-bagi Bibit Pohon

SIDIMPUAN, FaseBerita.ID – Puluhan massa dari sejumlah Komunitas Pecinta Alam (KPA) yang tergabung dalam Aliansi Selamatkan Hutan Batangtoru melakukan kampanye memperingati Hari Air se-Dunia di Kota Padangsidimpuan, Jumat (22/3) kemarin.

Uniknya dalam aksi tersebut, massa membawa ‘Orangutan’ sambil membagikan bibit pohon.

Andika Daulay, salah seorang peserta aksi mengatakan, dalam rangka memperingati Hari Air se-Dunia, pihaknya ingin menyampaikan kepada publik tentang rasa peduli terhadap Hutan Batangtoru yang harus diselamatkan dari berbagai ancaman kejahatan dan kerusakan lingkungan.

Aksi tersebut, juga bentuk konsistensi mereka sebagai penggiat lingkungan hidup dalam penyelamatan ekosistem di Bumi Tapanuli.

“Sebagai wujud konsistensi kami, dan bertepatan dengan peringatan Hari Air se-Dunia, kami dari KPA yang tergabung dalam Aliansi Selamatkan Hutan Batangtoru,” terangnya sambil membagikan bibit pohon ke pengendara yang melintas di Jalan Sudirman, Padangsidimpuan.

Adapun alasan mereka, kata Andika, momentum peringatan Hari Air se-Dunia ini untuk menyampaikan arti penting menjaga kelestarian ekosistem air dan sungai untuk keberlangsungan hidup dan kehidupan makhluk hidup.

Dia dan kawan-kawannya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan yang dimulai untuk tidak membuang sampah dan limbah ke sungai.

Andika menerangkan, ekosistem Batangtoru merupakan hamparan hutan premier dengan luas 1.400 kilometer persegi yang berbatasan dengan daerah Tapanuli Utara, Tapanuli Utara dan Tapanuli Selatan. Lebih dari 100 ribu jiwa masyarakat yang menggantungkan kehidupannya dari hutan tersebut.

Di dalamnya, selain orangutan, juga terdapat satwa liar seperti rangkong, badak, harimau sumatera yang dilindungi sesuai dengan undang-undang konservasi Nomor 5 Tahun 1990. Begitu juga dengan sumber air yang menjadi kebutuhan utama bagi kebutuhan sosial dan ekonomi banyak masyarakat.

“Hutan Batangtoru adalah rimba terakhir dan sumber air yang merupakan harta Karun di Provinsi Sumatera Utara. Mari kita jaga dan tolak segala bentuk kerusakan,” pungkasnya. (yza)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button