Berita

Peringatan Hari Ulos di Siantar: 68 Peserta Lomba Fashion Show

SIANTAR, FaseBerita.ID – Peringatan Hari Ulos di Kota Pematangsiantar dirangkai perlombaan fashion show dan pameran.

Kegiatan dilaksanakan di Aula Hotel Sapadia, Lantai 6 Pematangsiantar, Kamis (21/11/2019). Sebanyak 68 peserta berperan dalam perlombaan fashion show.

Walikota Siantar H Hefriansyah mengatakan, upaya pemerintah dalam menetapkan ulos menjadi warisan Budaya Tak Benda Nasional wajar disambut baik dengan gembira, khususnya oleh suku Batak.

“Kita juga perlu memelihara warisan budaya nenek moyang dan sudah menjadi tugas kita untuk menjaga dan meningkatkan kesadaran budaya itu di tengah-tengah masyarakat untuk pewarisan kebudayaan kepada generasi penerus,” katanya.

Dikatakan Hefriansyah, ulos bagi masyarakat Batak pada awalnya dimaknai sebagai lambang setiap pemberian hula-hula kepada pihak boru. Ulos adalah kain tenun yang diwariskan leluhur. Ulos selalu setia mengiringi perjalanan kultural Batak, baik pada upacara pernikahan, kelahiran, duka, maupun suka.

Peringatan Hari Ulos Kota Pematangsiantar tahun 2019 ini, lanjutnya, merupakan kali kedua. Tahun lalu, juga sudah dilaksanakan.

“Alhamdulillah sudah terlaksana dengan baik. Tujuannya tidak lain dan tidak bukan untuk melestarikan budaya,” sebutnya seraya menambahkan, bangsa yang besar juga bangsa yang tidak akan lupa akan sejarah budaya dan nenek moyangnya.

Untuk itu, katanya lagi, dengan diselenggarakannya Peringatan Hari Ulos yang dirangkai lomba fashion show, dharapkan masyarakat Kota Pematangsiantar melestarikan budaya. Terutama kepada generasi muda, remaja, pelajar, dan generasi penerus agar lebih bisa dan mampu lebih dini mengenal budaya.

Dengan diselenggarakannya lomba fashion show, Hefriansyah mengharapkan masyarakat Siantar dapat melestarikan ulos.

“Terutama kepada anak-anak kami sebagai generasi penerus, agar lebih dini mengenal budaya ulos. Kepada para pengrajin ulos yang saat ini ikut serta dalam pameran hari ini, kami mengharapkan agar tetap berkarya dan memproduksi ulos yang lebih berkualitas. Sehingga Kota Pematangsiantar mempunyai produk unggulan yang lebih baik lagi ke depan,” terangnya.

Hefriansyah juga berpesan kepada peserta agar menjadi  contoh yang baik.

“Mari kita banyak mencontoh yang baik menjadi figur. Teruslah menggali potensi yang ada menjadi seorang pelajar dan siswa yang baik, yang cerdas, dan yang pintar. Jaga dan bawa nama baik Kota Pematangsiantar,” ajak Hefriansyah.

Hefriansyah juga menegaskan kepada masyarakat agar mengharamkan berbicara SARA di Pematangsiantar, bicara suku, bicara agama, ras, warna kulit, dan lain sebagainya.

“Karena kita nggak minta itu, tetapi itu adalah kodrat dari Tuhan yang maha kuasa. Dengan berwarna-warni serta beraneka ragam, alangkah indahnya Kota Pematangsiantar yang kita cintai ini. Sebab Kota Pematangsiantar sangat heterogen, sangat majemuk apa yang ada di Pematangsiantar. Suku banyak, tingkah pola manusia juga beragam. Tapi  Alhamdulillah Kota Pematangsiantar adalah kota paling toleran di Indonesia,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kota Pematangsiantar Jadimpan Pasaribu SH dalam laporannya menyampaikan, dengan diselenggarakannyan lomba fashion show, diharapkan masyarakat Kota Pematangsiantar dapat melestarikan Ulos.

Kepada para pengrajin, diharapkan tetap berkarya dan memroduksi Ulos yang lebih berkualitas. Sehingga Kota Pematangsiantar mempunyai produk unggulan.

Dilanjutkan Jadimpan, lomba fashion show diikuti 68 peserta. Mereka terbagi dalam tiga kategori, yaitu Anak-anak (6-12 tahun) sebanyak 30 orang, kategori Remaja (13-16 tahun) sebanyak 19 orang, dan kategori Dewasa (17 tahun ke atas) sebanyak 19 orang.

Peringatan Hari Ulos Kota Pematangsiantar tahun 2019 dihadiri Ketua DPRD Pematangsiantar diwakili Jani Apohan Saragih, Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Pematangsiantar Ny Syahputri Hefriansyah Hutabarat, perwakilan Partuha Maujana Kota Pematangsiantar, dan beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para orangtua peserta lomba. (Mag 04)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close