Berita

Pererat Ukhuwah, Warga Jalan Seram Gotong Royong Bangun Musholla

SIANTAR, FaseBerita.ID–  Warga yang berdomisili di Jalan Seram bawah dan sekitarnya bergotong royong membangun Musholla Al Ihsan, Minggu (19/7). Mereka bekerja bersama-sama mengangkat batu, mengaduk semen, dan lainnya sembari bercengkerama.

Ketua Panitia pembangunan Musholla Al Ihsan, Armansyah Pasaribu, melalui Sekretaris Heri Santoso menyebut, pembangunan atau pemugaran musholla sudah berlangsung sejak Jumat (10/7) lalu. Saat itu, Walikota Pematangsiantar Hefriansyah melakukan peletakan batu pertama disaksikan donatur dan masyarakat sekitar.

“Pemugaran musholla ini dilakukan mengingat kondisi bangunan yang memang sudah seharusnya dilakukan pemugaran. Selain, selalu menjadi langganan banjir di musim penghujan, daya tampung musholla ini juga sudah tidak memadahi menampung jamaah bila Ramadan, Idul Fitri dan Idul Adha. Sehingga perlu dilakukan pembangunan demi kenyamanan menunaikan ibadah,” terang Heri.

Heri menambahkan, untuk menghemat biaya pembangunan sekaligus memperkuat ukhuwah sesama jamaah dan warga sekitar maka pembangunan Musholla Al Ihsan yang berlokasi di  Jalan Seram Bawah simpang Jalan Jeruk Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar ini, dilakukan secara gotong royong.

“Karena gotong royong juga ajaran yang dianjurkan dalam Islam terutama dalam membangun rumah Allah SWT,” ucap Heri.

Heri berharap mereka diberikan kemudahan dalam melaksanakan pembangunan musholla tersebut. “Terima kasih kepada Pegadaian Syariah Rantauprapat yang sudah menyalurkan bantuan pembangunan Musholla Al Ihsan. Kami juga masih membutuhkan support dan bantuan terutama dari sisi finansial, baik berupa dana maupun material lainnya dari donatur-donatur yang lain,” sebut Heri.

Arti dan Filosofi Design Bangunan Musholla

Heri yang juga arsitek dari bangunan Musholla Al Ihsan turut menjelaskan arti dan filosifi di balik design yang dirancangnya. Ada kaligrafi kalimat syahadat ditampilkan sebelum pintu masuk, yang mengartikan bahwa kalimat itu menghantarkan seseorang hamba untuk mengadu maupun menghadap ke Sang Maha Pencipta. Ikrar kalimat syahadat juga merupakan pintu masuk seseorang untuk dinyatakan muslim.

“Di bawah kaligarafi kalimat syahadat ada dibuat taman kecil yang dilengkapi dengan kolam ikan hias. Ini mengartikan seolah-olah taman tersebut adalah surga sesuai janji Allah SWT yang termaktub dalam ayat suci Alquran bahwa di surga itu begitu indah dan mengalir sungai di bawahnya lengkap dengan taman-taman yang indah,” jelas Heri.

Selanjutnya, sambung Heri, tinggi bangunan induk memiliki ketinggian 5 meter mengartikan bahwa seorang muslim wajib hukumnya menunaikan sholat wajib lima waktu. Dimulai dari Subuh, Zuhur, Ashar, Maghrib hingga Isya.

“Semoga pembangunan musholla ini cepat selesai proses pembangunannya agar dapat segera digunakan. Sekali lagi, kami dari panitia masih berharap bantuan materi dan material dari para donatur. Bagi donatur yang ingin menyumbang, silahkan datang langsung ke lokasi pembangunan musholla. Terima kasih,” tutup Heri. (Ann/fi)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button