Berita

Perempuan 42 Tahun Warga Simalungun Tewas Tersambar Petir di Ladang

FaseBerita.ID – Restiorina Purba (42) meninggal dunia setelah disambar petir di dalam gubuk mereka, Selasa (14/4) sekira pukul 15.00 WIB. Korban tewas di depan anak kandungnya sendiri, Triana br Sinaga (14).

Informasi dihimpun, peristiwa itu terjadi dalam gubuk di ladang Juma Proyek, Huta Bandar Mariah, Nagori Bandar Sauhur, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun.

Ceritanya, sebelum kejadian, Triana dan ibunya Restiorina boru Purba warga Huta Bandar Mariah, Nagori Bandar Sauhur, Kecamatan Purba ini, sedang bekerja di ladang mereka.

Kemudian, sekira pukul 15.00 WIB, hujan turun disertai petir dan mereka berdua masuk ke dalam gubuk. Saat di dalam gubuk tersebutlah petir menyambar dan mengenai tubuh Ibunya.

Duarrr! Triana Sinaga sontak kaget melihat Ibunya tergeletak di lantai gubuk dan mengalami luka bakar pada punggung dan rambut.

Triana Sinaga langsung lari sambil menangis histeris pulang ke rumah memberitahukan peristiwa tersebut kepada ayahnya, Herdianson Sinaga (43).

Mendengar kabar itu, warga sekitar mendadak heboh dan memadati lokasi kejadian, kemudian korban dibawa ke RS Bethesda Saribudolok.

Diduga saat dalam perjalanan, korban menghembuskan nafas terakhirnya. Setelah diperiksa oleh Dokter dan menyatakan korban sudah meninggal dunia.

Setelah itu, Pangulu Nagori Bandar Sauhur, Jekson Purba melaporkan kejadian tersebut kepada Kapolsek Purba AKP Binsar Pakpahan dan Camat Purba.

Di rumah duka, Kapolsek mengucapkan turut berduka cita dan menyarankan kepada keluarganya agar menyediakan tempat cuci tangan dan sabun serta memakai masker apabila ada warga yang melayat.

“Apabila keluarga datang melayat agar terlebih dahulu mencuci tangan dan disediakan sabun dan tempat cuci tangan, memakai masker serta menjaga jarak untuk mencegah berkembangnya Covid-19,” ujarnya.

AKP Binsar Pakpahan juga menyampaikan, pemakaman harus secepatnya dilakukan dan para pelayat diimbau tetap mengenakan masker dan menjaga jarak 1,5 meter. (mag-05)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button