Berita

Perbedaan TPS saat Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19

Pakai Sarung Tangan sekali Pakai, Tinta Ditetes di Jari

FaseBerita.ID – Pemungutan suara Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Pematangsiantar dilaksanakan 9 Desember mendatang. Karena masih dalam masa pandemi Corona Virus Disease (Covid-19), maka sangat banyak perubahan yang terjadi di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Hal itu diterangkan saat sosialisasi yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pematangsiantar kepada jurnalis dari media cetak dan media online, di Hotel Sapadia, Jalan Diponegoro Pematangsiantar, Kamis (3/9).

Sosialisasi yang digelar sehari sebelum pembukaan pendaftaran calon Walikota-Wakil Walikota Pematangsiantar itu, dibuka Plh Ketua KPU Kota Pematangsiantar Nurbaiyah Siregar.

Dalam sambutannya, Nurbaiyah mengucapkan terima kasih kepada media pers yang selama ini telah banyak membantu KPU dalam menyosialisasikan seluruh proses Pilkada. Nurbaiyah berharap, jangan ada lagi warga yang tidak mengetahui pemungutan suara dilaksanakan 9 Desember mendatang, meskipun masih di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Diterangkannya, akan sangat banyak perubahan yang terjadi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 9 Desember nanti. Sangat berbeda dengan kondisi TPS di Pemilu-pemilu sebelumnya. Misalnya, jumlah pemilih di satu TPS yang berkurang.

“Untuk di Siantar, sebelumnya jumlah pemilih di setiap TPS ada 800 orang, tapi nanti hanya 500 orang. Dengan demikian, jumlah TPS yang bertambah,” terang perempuan berhijab itu.

Hal lain yang berbeda, lanjutnya, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang bertugas di TPS harus sehat dan bebas Covid-19. Sehingga mereka wajib menjalani Rapid Test. Kemudian, dilakukan pemeriksaan suhu tubuh petugas dan pemilih. Bagi pemilih yang suhu tubuhnya di atas 37 derajat Celsius disediakan bilik khusus.

Selain itu, disediakan sarung tangan untuk sekali pakai bagi setiap pemilih. Serta semuanya wajib mengenakan masker.

“Juga sterilisasi paku pencoblos menggunakan disinfektan. Dan tinta yang biasanya dicelup, untuk kali ini ditetes,” jelasnya.

“Intinya, kita melaksanakan proses Pilkada dengan tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19,” sebutnya.

Selanjutnya, Komisioner KPU Kota Pematangsiantar Divisi Teknis dan Penyelanggaraan, Gina Ruth Fefiliana Ginting memaparkan tentang syarat pencalonan dan syarat calon dalam Pemilihan Walikota-Wakil Walikota Kota Pematangsiantar Tahun 2020. Termasuk tahapan-tahapan dalam Pilkada. (awa)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button