Berita

Peradi akan Dampingi Keluarga Korban KM Restu Bunda

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Hingga kini keluarga korban terbakarnya KM Restu Bunda belum juga mendapatkan haknya, berupa santunan kematian dari pemilik kapal yang diketahui bermarga Aritonang. Ironisnya, pemilik kapal dikabarkan telah melarikan diri sejak kapal dikabarkan terbakar di tengah laut.

Tidak terima dengan perlakuan pengusaha kapal, keluarga dari 4 ABK yang meninggal kemudian mendatangi DPRD Sibolga, Selasa (21/1). Mereka meminta agar DPRD memfasilitasi pendampingan hukum terhadap mereka untuk menggugat pengusaha kapal.

“Tadi kita gelar RDP dengan Peradi, Satpol Air, PPN, Dinas Sosial dan instansi terkait lainnya. Maksud RDP tersebut, keluarga korban mengadu ke DPRD karena mereka belum mendapat santunan dan perlindungan hukum,” kata Jamil Zeb Tumori, Wakil Ketua DPRD Kota Sibolga yang juga koordinator Komisi II dalam keterangan persnya usai RDP.

Menanggapi permintaan keluarga korban, Komisi II kemudian mengundang Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) untuk bersedia menjadi pendamping hukum keluarga korban KM Restu Bunda, menggugat pengusaha kapal yang dinilai tidak bertanggung jawab.

“Maka DPRD melalui Komisi II, merekomendasikan kepada Peradi untuk bisa melakukan pendampingan hukum kepada 4 nelayan ini. Tadi permintaan Peradi melalui saudara Dwi Brahmana mengatakan mereka siap melakukan pendampingan hukum. Dengan catatan, harus ada surat miskin dari pemerintah setempat. Sehingga mereka melakukan pendampingan hukum secara gratis,” ungkapnya.

Sekilas, Jamil yang juga menjabat sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Sibolga ini juga mengungkapkan, dari keterangan pihak Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga yang mereka terima, KM Restu Bunda tidak terdaftar alias tidak mempunyai dokumen kapal yang sah.

“Berdasarkan keterangan Kepala PPN Sibolga mengatakan bahwasanya kapal ini tidak terdaftar dokumen-dokumennya di PPN Sibolga. Tadi sudah kita tegaskan, apabila ada keterlibatan aparat hukum dalam hal ini, agar ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku. Karena, menurut keluarga korban, jangankan santunan, ucapan turut berbelasungkawa pun tidak pernah disampaikan pengusaha, dari mulai penguburan sampai sekarang,” tegasnya.(ts)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button