Berita

Penyelidikan Kasus BOS Afirmasi Disdik Padang Lawas Terkendala Saksi Penyedia Jasa

FaseBerita.ID – Kasus Bos Afirmasi tahun 2019 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Padang Lawas (Palas) yang ditangani Kejaksaan Negeri Padang Lawas belum ada perkembangan. Dan sejak sebulan terakhir kasusnya sudah ditingkatkan ke penyelidikan di Pidsus. Masih seputar penyelidikan.

Hanya saja, terkendala pemanggilan pihak ketiga dari PT Keris Tangguh Cahaya Senja, penyedia jasa dari pulau jawa. Sudah dipanggil, namun belum memenuhi panggilan kejaksaan tersebut.

“Kita sudah layangkan surat pemanggilan ke PT Keris Tangguh Cahaya Senja sebagai penyedia jasa, melalui email,” kata Kasi Pidsus Kejari Padang Lawas Jefri Gultom SH yang dikonfirmasi, Selasa (6/10).

Senada dengan itu, Kepala Kejaksaan Negeri Padang Lawas Kristianti Yuni Purnawanti yang dikonfirmasi lewat pesannya menyebutkan penyelidikan kasus tersebut sudah diperpanjang hingga batas 10 Oktober ini.

Dikarenakan situasi Covid saat ini, sulit untuk memanggil pihak penyedia jasa dari Jawa Barat.

“Penyelidikan Pidsus diperpanjang, karena covid agak sulit memanggil penyedia dari Jawa Barat, rencana besok tanggal 7 Oktober 2020 kami akan meminta keterangan secara daring,” tukas Kajari berkacamata ini.

Sebelumnya, Terkait penanganan kasus dugaan manipulasi BOS Afirmasi 2019 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Palas di Kejaksaan Negeri Padang Lawas, kini sudah dilimpahkan ke seksi pidana khusus (pidsus). Sebelumnya kasus ini dalam penyelidikan intel.

Kepala kejaksaan negeri padang lawas Kristianti Yuni Purnawanti yang dikonfirmasi, Jumat (28/8) minggu kemarin, mengatakan waktu penyelidikan perkara ini diperpanjang. Itu berdasarkan permintaan dari intel.

“Dari Intel minta perpanjangan waktu, sudah saya perpanjang karena ada saksi dari luar pulau yang belum hadir memenuhi panggilan kami, minggu ini sudah selesai penyelidikan intel, sudah dilimpahkan ke penyelidikan pidsus,” sebut Kajari Yuni melalui pesan singkatnya Jumat kemarin.

Amatan di Kejaksaan Negeri Padang Lawas, sejumlah kepala sekolah penerima BOS Afirmasi 2019 itu memenuhi kembali panggilan kejaksaan. Tidak diketahui perihal pemanggilan kembali ini.

“Nggak tahu, ini dipanggil lagi, katanya diperiksa lagi,” kata kepala SD Hutanopan Kecamatan Lubuk Barumun.

Jauh sebelumnya juga, Kejaksaan Negeri Padang Lawas juga sudah sempat didemo puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi (Amak), Selasa (4/8) lalu. Dengan mengendarai mobil pickup dan roda dua, mahasiswa mendesak kejaksaan menuntaskan persoalan Bos Afirmasi 2019 yang sejak beberapa bulan terakhir di meja kejaksaan.

Dalam orasi mahasiswa yang dikomandoi M Isron Hasibuan dan Busroni Hasibuan ini, menyebutkan agar kejaksaan yang sudah menangani kasus ini tidak main mata. Berbulan sejak ditangani, kasus ini terkesan mandek.

“Kami berharap penegakan hukum di kejaksaan negeri padang lawas ini, tidak tumpul ke atas. Namun harus tajam ke atas dan kebawah,” tandas Isron dalam orasinya.

Kejaksaan juga didesak untuk menetapkan tersangka pada dugaan manipulasi Bos Afirmasi 2019 tersebut. Dan tidak mengendap.

“Rakyat Padang Lawas menanti, dan kami masih percaya dengan proses hukum di kejaksaan ini,” sebut Busroni diatas mobil pickup menggunakan pengeras suara.

Diketahui, berkisar tiga bulan terakhir kasus dugaan manipulasi oknum di dinas pendidikan terkait penggunaan dana Bos Afirmasi 2019, dan dibelanjakan tahun 2020 ini sudah ditangani kejaksaan negeri sibuhuan padang lawas. Ada 77 kepala sekolah penerima Bos Afirmasi tahun lalu, dan sudah dipanggil kejaksaan. Bahkan, masing-masing kepala sekolah, mengembalikan uang, yang disebut-sebut uang lebaran atau fee dari pihak ketiga yang diterima kepala sekolah penerima.

Hanya saja, sampai saat ini masih terkesan jalan ditempat. Hingga mahasiswa mendesak kejaksaan.

“Kasusnya sejauh ini kita sudah melakukan investigasi, termasuk pulbaket terkait persoalan ini. Namun karena berhubung masa pandemi kemarin, cukup berpengaruh pada penyelidikan, sehingga sempat terhambat. Dan ini masih terus berjalan, kami juga apresiasi dukungan kawan-kawan mahasiswa untuk menindaklanjuti ini,” kata Kasi Intel Kejari Palas Parlindungan Sidauruk SH yang saat itu menerima pendemo diluar halaman kantor kejaksaan tersebut.

Seiring itu, perwakilan mahasiswa juga diajak ke aula kejaksaan untuk menjawab tuntutan mahasiswa. Namun terbatas.

Sebelum demo di kejaksaan, para pendemo ini mengawali orasinya di kantor dinas pendidikan kabupaten palas. Sayang, hanya disahuti kasi di dinas tersebut.

“Ya, kami akan sampaikan tuntutan ini ke pimpinan,” ujar Ageng dan Sondang, kasi di dinas pendidikan yang menerima aksi demo tersebut. (tan)



Pascasarjana


Unefa
Back to top button