Berita

Penyelesaian Sengketa Pemilu Harus Terbuka

TAPSEL, FaseBerita.ID – Anggota Bawaslu RI Rahmat Bagja menegaskan, masyarakat saat ini cukup peka terhadap penanganan sengketa pemilihan umum (Pemilu).

Hal itu mengingt dari kasus sengketa pemilu yang digelar sebelum-sebelumnya, saat ditunggu-tunggu masyarakat.
Hal ini disampaikan Rahmat saat menghadiri rapat kerja teknis (rakernis) Evaluasi Penanganan Pelanggaran Pemilu Tahun 2019, kemarin.

“Baru tahun ini, sengketa pemilihan umum, baik di tingkat nasional dan provinsi ditunggu masyarakat. Masyarakat sekarang menunggu sidang sengketa di Bawaslu untuk ditonton,” ucapnya.

Indikasi itu menunjukkan, masyarakat mengharap keterbukaan dalam penyelesaian sengketa.

“Kita buka semuanya kecuali mediasi dan silahkan ditonton. Karena kami tidak ingin ada dusta di antara Bawaslu. Proses sesuai fakta. Apa yang terbuka di sidang, itulah yang diproses. Tegakkan keadilan karena keadilan itu dekat dengan taqwa,” ungkapnya.

Selain membuka semua proses penanganan pelanggaran dan penyelesaian sengketa, Bawaslu juga berusaha menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi saat pemilu.

Contohnya, KPU menciptakan sistem informasi pencalonan (Silon), sistem informasi penghitungan suara (Situng), dan sistem informasi lainnya.

Tetapi, Bawaslu yang menyelesaikan masalah yang terjadi akibat Silon, Situng, Sipol dan sistem KPU lainnya.
Karena itu, diharapkan, pengawas pemilu memperkuat kinerja pengawasan dan penegakan hukum Pilkada Serentak 2020.

Meminta, kerja pengawasan harus diikuti dengan penjelasan juga dalil hukum yang kuat, sehingga Bawaslu menjawab setiap ‘bully’ dengan kerja nyata dan bisa dipertanggungjawabkan.

Sebelumnya Ketua Bawaslu Provinsi Sumatera Utara Syafrida R Rasahan mengatakan, kegiatan ini merupakan evaluasi dalam pengawasan pemilu. Sebagai pengawas pemilu, dalam proses pemilu dan perlu melakukan perbaikan-perbaikan.

“Sebanyak 428 laporan dan temuan, 24 putusan pengadilan, ada 41 sengketa terkait politik uang di Sumatera Utara, mengingat tugas bawaslu yang begitu berat sesuai amanat undang-undang nomor 7 tahun 2017 kita harus melakukan perbaikan-perbaikan demi mewujudkan pemilu yang luber dan jurdil,” bebernya.

Pada kesempatan itu, Sekda Tapsel H Parulian Nasution menyebut, atas nama Pemkab Tapsel menyampaikan, selamat dan sukses atas terselenggaranya Rakernis Bawaslu ini.

Disampaikan, betapapun beratnya tugas Bawaslu, mulai dari pilpres dan wapres hingga sampai Pemilu DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, DPRD kab/kota dan pilkada. Semua bisa dikerjakan bersama-sama dengan aparatur terkait.

“Saya berharap, semoga kedepannya Bawaslu harus dapat lebih baik lagi, mengingat Bawaslu telah mampu mengatasi permasalahan yang di hadapi dengan profesional,” ungkapnya.

Disampaikan, tahun 2020 Tapsel akan melaksanakan Pilkada. Dan kiranya Bawaslu bersama Pemda dapat terjalin komunikasi, konsultasi serta koordinasi yang baik sehingga bisa meminimalisir apabila terjadinya konflik.

Hadir juga pada rakernis itu, Wali Kota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution, Kajari Tapsel Adrian, Wakapolres Kota Padangsidimpuan Kompol M Dalimunthe, mewakili Kapolres Tapsel, seluruh Ketua Bawaslu kab/kota se-Sumatera Utara. (ran)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close