Berita

Penyekatan Nias dapat Dukungan

FaseBerita.ID – Rencana Gubsu Edy Rahmayadi memperpanjang penyekatan atau isolasi Kepulauan Nias jika kasus Covid-19 tak mampu ditekan, mendapat dukungan dari beberapa pihak. Diharapkan sebelum kebijakan dimaksud diterapkan, segala aspek mesti dipertimbangkan secara matang.

“Tentunya, semua aspek mesti dilihat baik sosial ekonomi terhadap masyarakat Nias sendiri maupun orang yang masuk ke Nias,” kata Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Sumut, Hendro Susanto menjawab Sumut Pos (grup media ini, red), Rabu (30/9).

Menurut Hendro, aspek kesehatan warga di Kepulauan Nias adalah prioritas yang harus dilakukan. Karena jika semakin banyak yang terpapar, maka aspek ekonomi dan sosial masyarakat menjadi terdampak. “Di samping itu tentu dukungan semua alat kesehatan mesti dilakukan pemerintah provinsi secara maksimal, termasuk bantuan tenaga medis dan logistik yang turut dibantu oleh pemerintah daerah se Kepulauan Nias,” katanya.

Hal senada disampaikan pengamat sosial asal Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Shohibul Ansor Siregar. Namun ia menekankan, kesiapan daripada sumberdaya manusia maupun lainnya perlu untuk diperhitungkan jika waktu isolasi di Kepulauan Nias diperpanjang. “Secara teknis memang cukup sederhana. Pertanyaannya punya sumberdayakah kita untuk itu?” ucapnya.

Kata Shohibul, dalam pandemi Covid-19 ini, di seluruh tanah air soal kemampuan menjadi masalah utama.

Sebab, data yang ada tidak diperoleh berdasarkan upaya akademis. “Artinya tidak ada perbandingan rasional populasi dengan sample yang dites. Daerah seperti Nias yang keluar masuk orang sebenarnya lebih mudah dikontrol melalui pintu masuk laut dan udara. Sekarang pun sebetulnya belum terlambat untuk memberi jawaban yang tuntas untuk Nias,” pungkasnya.

Sebelumnya, Gubsu yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut, menyatakan, penyekatan Kepulauan Nias akan diperpanjang jika setelah 14 hari nanti, justru angka orang yang terpapar korona di sana semakin bertambah.

“Kita berharap (melalui penyekatan) benar-benar teratasi. Baik orang-orang yang terkonfirmasi dan pasien bisa penyembuhan maksimal. Kita lihat dulu, jika itu tidak terselesaikan kita perpanjang,” katanya menjawab wartawan di Rumah Dinas Gubsu, Jalan Sudirman Medan, Selasa (29/9) lalu.

Ia mengungkapkan, hingga kemarin tingkat penyembuhan pasien Covid-19 Sumut sudah mencapai 64 persen. Sedangkan dari skala nasional, pada kategori itu sudah mencapai 73 persen. “Ini yang kita berusaha kejar tingkat penyembuhan itu,” katanya.

Edy juga mengutarakan melalui penyekatan Kepulauan Nias yang sudah berjalan satu minggu ini, telah terjadi penurunan kasus positif Covid-19 di wilayah dimaksud. “Sangat menurun. Kemarin (Senin) hanya 83 orang yang kena dari minggu yang lalu itu 200 orang. Begitu drastisnya (di Nias) itu turun,” pungkasnya. (prn/smg)



Pascasarjana


Unefa
Back to top button