Berita

Penyeberangan Sibolga-Nias Masih Normal

FaseBerita.ID – Pasca mewabahnya virus corona atau Covid-19, pelabuhan penyeberangan ASP Sibolga beroperasi seperti biasa. Namun, setiap penumpang yang hendak melakukan penyeberangan ataupun yang baru tiba dari Nias harus diperiksa terlebih dahulu. Baik suhu tubuh, kendaraan hingga barang bawaan.

Hal tersebut dikatakan Kepala UPT Pelabuhan ASP Sibolga, Efendi Pasaribu di kantornya, Senin (30/3). Katanya, pihaknya telah menyediakan sabun dan disinfektan di pelabuhan, sesuai dengan anjuran pemerintah.

“Setiap penumpang yang mau masuk kapal, suhu tubuhnya kita periksa dulu. Harus cuci tangan sebelum masuk kapal. Barang bawaan atau kendaraan, kita semprot. Begitu juga dengan penumpang yang baru tiba dari pulau Nias, tetap kita periksa,” kata Efendi.

Kemudian, penumpang yang berada di ruang tunggu diharuskan mengatur jarak. Bahkan, bangku tunggu penumpang yang jumlahnya 4 baris, dikurangi menjadi dua, dengan menutup dua bagian tengah. Sehingga, setiap bangku mengatur jarak duduk penumpang sekitar 1 meter.

“Penumpang tidak bisa berkumpul-kumpul. Bangku aja, kita batasi, hanya dua orang aja yang bisa duduk. Bagian tengahnya kita ikat pakai tali plastik. Jadi berjarak 1 meter,” ungkapnya.

Tak hanya itu, kapal juga disterilkan dengan cairan disinfektan yang disemprot masing-masing perusahaan kapal. “Kapal juga disemprot. Kita lihat sendiri, pihak operator kapal yang menyemprotnya,” terang Efendi.

Terkait jumlah penumpang pasca penyebaran virus Covid-19 menurut Efendi, masih normal. “Kalau dari Nias, jumlahnya normal, gak ada penurunan. Tapi, kalau dari Sibolga, sedikit berkurang. Memang kalau kita bandingkan dengan tahun lalu, setiap bulan Maret memang selalu terjadi penurunan jumlah penumpang,” pungkasnya.

Terpisah, Menager PT WJL, sebuah perusahaan kapal penyeberangan, Syahnan membenarkan pihaknya telah malaksanakan anjuran pemerintah untuk mencegah penyebaran virus Corona.

“Penumpang yang mau masuk kapal, kita haruskan cuci tangan pakai sabun. Mobil, barang kita semprot,” kata Syahnan. (ts)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button