Berita

Penyebab Kematian Jihan Masih Misteri

SIDIMPUAN, FaseBerita.ID – Penyebab kematian Jihan Aira Faritza Gozali pada Kamis (10/10/2019) malam kemarin belum ada titik terang, baik dari kepolisian maupun secara medis yang telah melakukan visum et repertum hingga proses otopsi.

Jihan, gadis kecil usia lima tahun ini meninggal tak lama setelah diberi makan es krim dan kacang di rumah ibu tiri, atau istri pertama ayahnya di Jalan Pejuang Kota Padangsidimpuan.

Ibunda Jihan, Noni Fransiska Nasution berharap besar, penyebab kematian anak satu-satunya itu dapat terungkap.

Apalagi katanya selama ini anak tercintanya yang masih duduk di bangku TK Perguruan Sari Putra itu, diketahui tak pernah mengalami penyakit serius.

“Sehat-sehat aja, lincah orangnya. Kalau ngomong pun cerdas, kayak udah dewasa aja,” kenangnya.

Tentang makanan jenis es krim dan kacang-kacangan. Bukan tak pernah, Jihan mengkonsumsinya dan tak ada permasalahan secara kesehatan.
“Sering, nggak ada masalah,” kata Noni menegaskan bila makanan serupa bukan jenis yang pantang dikonsumsi Jihan.

Dalam kasus ini, polisi juga sudah mengamankan perangkat Closed Circuit Television (CCTV) dari rumah toko tempat tinggal ibu tiri Jihan, yang juga diketahui sebagai tempat di mana Jihan mengonsumsi es krim dan kacang hingga akhirnya sakit dan pingsan. Namun sayangnya, perangkat penyimpanan data rekaman belum bisa dibuka oleh polisi.

“Masih belum terbuka cctv-nya,” terang Kasat Reskrim Polres Kota Padangsidimpuan, AKP Abdi Abdillah SH.

Polisi juga sudah memeriksa saksi-saksi, termasuk yang ada di dalam rumah. Yakni, Ibu tiri Jihan atau istri pertama ayahnya Jihan, NW. Juga pekerja di dalam rumah toko itu. Sayangnya, Polisi belum mau membeberkan hasil pemeriksaan.

“Saksi (pekerja) belum ada yang tahu penyebabnya,” kata Abdi. Untuk keterangan ibu tiri Jihan, NW.

“Masih bahan penyelidikan kami man,” tandas Abdi, yang dihubungi via aplikasi perpesanan.

Sebelumnya diketahui, Kamis (9/10/2019) sore kemarin, sekitar pukul 16.30 WIB, Husin membawa anaknya Jihan ke rumah istri pertamanya, NW di Jalan Pejuang Kelurahan Wek II, Kecamatan Padangsidimpuan Utara. Dan ia turut berada di sana sampai pukul 18.30 WIB petang. Setelah itu pergi keluar ke gudang usahanya.

Namun pada jam 19.30 WIB, Husin dihubungi dari rumah istri pertamanya itu, anaknya Jihan sakit. Selanjutnya Husin segera datang ke rumah istri pertamnya itu dan mendapat keterangan menyebut pada bagian tenggorokan Jihan sakit.

Saat itu juga, Husin yang tercatat sebagai warga Padangsidimpuan Hutaimbaru itu membawa korban ke RS Metta Medika Padangsidimpuan. Sayangnya, satu jam kemudian semenjak masuk pada pukul 20.00 WIB, Jihan menghembuskan nafas terakhir. Padahal Jihan sudah lebih dahulu mendapat penanganan medis dari Dokter jaga di IGD RS Metta Medika itu.

Karena merasa tak ada masalah kesehatan anaknya selama ini, orangtua Jihan termasuk Husin pun merasa curiga dengan meninggalnya anaknya tersebut. Ia pun melaporkan hal itu ke Polres Kota Padangsidimpuan. Visum et repertum pun dilakukan di RSUD Kota Padangsidimpuan guna bahan penyelidikan.
Orangtua Jihan juga membawa jasad anak perempuannya sudah dipulasaraai itu ke Kota Pematangsiantar, untuk proses otopsi di rumah sakit yang berada di sana.

Kasat Reskrim Polres Kota Padangsidimpuan, AKP Abdi Abdillah menuturkan, bila proses di pihaknya masih dalam tahap penyelidikan. Apalagi jasad korban masih proses menjalani otopsi. Ia menunggu hasil dari sana. (san)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button