Berita

Penyakit Tak Kunjung Sembuh Ripando Nekat Gantung Diri

FaseBerita.ID – Diduga frustasi karena penyakitnya tak kunjung sembuh, seorang pemuda warga Dusun I Simarpinggan, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Pemuda bernama Ripando Hutagalung (24) itu ditemukan dengan keadaan tergantung di rumah orangtuanya Rabu (11/12) pukul 13.00 WIB.

Ripando Hutagalung, menggantungkan diri menggunakan tali nilon yang diikatkan di atas kayu ruangan tamunya rumah mereka.

Hal itu dibenarkan Kapolres Tapteng melalui Kapolsek Kolang IPTU Muhammad Tahir, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat Kasubbag Huamas IPTU R Sipahutar, Rabu malam.

Ripando Hutagalung diduga gantung diri dikarenakan frustasi terhadap penyakit perut yang dideritanya kurang lebih tiga minggu. “Penyakit itu tak kunjung membaik, sehingga dia nekat mengakhiri hidupnya,” katanya.

Berdasarkan keterangan dari ibu korban Maulina br Marbun, anaknya yang menderita sakit sudah pernah dirawat inap di Rumasakit Dr FL Tobing Sibolga selama empat hari.

Sebelum korban meninggal dunia pada pukul 13.00 Wib, ibu korban seperti biasanya berangkat kerja dan meninggal korban sendiri di rumah. Seperti biasanya keseharian ibu korban bekerja  sebagai petani. Berhubung waktu menunjukkan jam makan siang, ibu korban pulang ke rumah.

Setibanya di rumah, ibu korban melihat kondisi rumah keadaan terkunci, bahkan jendela rumah yang seperti biasanya terbuka ditemui dengan keadaan tertutup.

Melihat kondisi itu ibu korban merasa penasaran. Dia pun merasa ada yang lain dari biasanya. Ia lalu memanjat dinding kamar mandi belakang rumahnya.

Dan, setelah ibu korban berhasil masuk, dia terkejut melihat anaknya dengan keadaan sudah tidak bernyawa lagi.

Seketika ibu korban menjerit dan menagis histeris melihan kondisi anaknya sudah tidak bernyawa dengan keadaan tergantung di ruangan tengah. “Ibu korban juga minta tolong terhadap tetangga,” ujar R Sipahutar.

Dalam kasus ini, pihak keluarga menerima kepergian anaknya, dan menolak untuk dilakukan visum terhadap jasad korban, serta bersedia membuat surat pernyataan penolakan visum dengan pihak kepolisian. (tam/leo)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button