Berita

Penjualan Hewan Kurban di Asahan Masih Sepi

FaseBerita.ID – Jelang hari raya Idul Adha 1440 Hijriah / tahun 2020 Masehi, para pemilik sapi ataupun pedagang hewan kurban masih mengakui sepinya permintaan sapi maupun kambing jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Padahal, hari raya kurban tinggal sekitar 10 hari lagi.

Kondisi itu, dikeluhkan beberapa peternak sapi di Kecamatan Sei Dadap, Air Joman dan hampir seluruh daerah yang ada di Kabupaten Asahan. Menurut pedagang kondisi itu boleh jadi dipengaruhi pandemi covid-19 yang masih berkepanjangan mengakibatkan lesunya perekonomian masyarakat.

“Tahun ini memang sudah terasa penjualan hewan kurban itu menurun lima puluh sampai tiga puluh persen lah. Biasa seminggu sebelum Idul Adha rata – rata warga yang pelihara sapi / lembu disini sudah dipesan orang lima sampai sepuluh ekor. Ini rata – rata baru tiga ekor saja,” kata Muliadi salah seorang pemilik sapi di Kecamatan Sei Dadap Kabupaten Asahan saat berbincang bersama wartawan, Selasa (21/7/2020).

Untuk harga, ia menjelaskan kisaran sapi / lembu yang berbobot 80-90 kilogram biasanya dihargai sebesar Rp 15 Juta rupiah. Sementara untuk berat 80 kilogram ke bawah berkisar 13-12 juta per ekornya.

Dibandingkan tahun –tahun sebelumnya, diakui peternak mereka bisa menjual 15 hingga 20 ekor. Namun sepertinya tahun ini akan terjadi penurunan daya beli masyarakat. Bisa dipastikan karena melemahnya ekonomi masyarakat akibat virus corona yang sudah menyerang sejak bulan Maret hingga sampai saat ini.

“Iya sudah bisa diprediksi itu penjualan hewan kurban tahun ini menurun. Tapi mau bagaimana lagi namanya juga bencana. Semenjak ada virus corona ini memang dampak ekonominya luar biasa,” kata para peternak pasrah.

Pemerintah Republik Indonesia belum secara resmi menetapkannya, namun Idul Adha tahun ini diperkirakan akan jatuh pada Jumat, 31 Juli 2020 dan umat Muslim sudah mulai mempersiapkan kurban terbaiknya, jauh sebelum hari perayaan.  (per/rah)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button