Berita

Penjemputan Paksa DPRD Labusel Dihadang Warga, Keluarga Sebut IF Tak di Rumah

FaseBerita.ID – Puluhan warga tampak menghadang personel Polres Labuhanbatu saat penjemputan paksa anggota DPRD Labusel berinisial IF di rumahnya di Desa Pinang Dame Cikampak Labusel, Minggu (2/8) sekira pukul 19.00 WIB.

Mereka berkeras agar petugas dari pihak kepolisian yang datang dengan membawa surat panggilan berwarna kuning tidak membawa IF secara paksa. Sebab menurut mereka  anggota DPRD Labusel itu merupakan keluarga korban yang mengalami kerugian akibat pengambilan sepeda motor yang dilakukan pelapor MJY.

“Mereka kan sudah damai, masa pencuri sepeda motor malah lebih di bela,” ujar Sol, seorang warga kepada wartawan, Senin (3/8).

Baca sebelumnya: Anggota DPRD Labusel Diduga Siksa Supir Hingga Kuku Dicabut

Orang tua IF, Tarman saat dikonfirmasi membenarkan ada 4 petugas dari kepolisian datang ke rumahnya dengan membawa surat berwarna kuning hendak menjemput paksa anaknya terkait kasus dugaan penganiayaan yang dilaporkan pelapor MJY ke Polres Labuhanbatu.

Mengetahui petugas datang, warga sekitar langsung ramai-ramai datang ke rumah IF. Mereka sangat keberatan apabila anaknya IF dijemput paksa terkait kasus itu. “Kenapa harus dijemput paksa, karena hari Kamis kemarin anak ku sudah diperiksa di Polres dan anak saya koperatif kok,” jelas Tarman.

Ditambagkannya, dalam hal itu,kebetulan anaknya IF sedang tidak berada di rumah sejak siang. Dia juga menjelaskan kalau IF tidak ikut terlibat dalam kasus dugaan penganiayaan yang dituduhkan pelapor.

IF waktu itu hanya menjemput terlapor dari tempat persembunyiannya di Hotel  Terang sambil membawa terlapor dan sepeda motor yang dibawa terlapor miliknya.

Kapolres Labuhanbatu Agus Darojat melalui Kasat Reskrim AKP Parakesit saat dikonfirmasi wartawan, Senin (3/8) mengatakan, pihaknya akan menyampaikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) kepada pelapor. “Terima kasih pak. Nanti perkmbngn kami smpaikan via SP2HP kepada pelapornyam,” jawabnya melalui pesan WA.

Sebelumnya, anggota Fraksi PDIP DPRD Labuhanbatu Selatan (Labusel), Imam Firmadi dipolisikan karena diduga menganiaya  seorang warga, Muhammad Jefry Yono. Dugaan penganiayaan itu disebut berawal dari masalah peminjaman motor.

Peristiwa ini diduga terjadi pada Minggu (28/6). Saat itu, Jefry disebut meminjam motor Imam pada siang hari. Imam kemudian disebut menelepon Jefry dan menanyakan soal sepeda motornya. Jefry tak jelas menjawab, namun memberi tahu soal posisi dirinya saat itu.

Imam kemudian datang bersama tiga orang lainnya menjemput Jefry menggunakan mobil. Penganiayaan kemudian diduga terjadi saat Jefry ditanyai soal keberadaan motor Imam yang dipinjamnya. (bh/rah)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button