Berita

Penipu Ngaku Ayah Walikota Tanjungbalai Dituntut 3 Tahun Bui

FaseBerita.ID – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Asahan menuntut terdakwa AMS (65) oknum pengusaha asal Kota Tanjungbalai dengan 3 tahun penjara dalam sidang perkara penipuan jual beli lembu yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Asahan, Rabu (12/2) sore.

Tuntutan itu disampaikan oleh JPU Gusmira Pitri Warman, dalam sudang lanjutan dan diketuai oleh majelis hakim Ulina Marbun didampingi anggota Miduk Sinaga dan Nely Andriani. Terdakwa tertuntuk lesu mendengarkan pembacaan tuntutan dari JPU.

Menurut Gusmira, berdasarkan fakta persidangan, terdakwa terbukti bersalah dalam kasus penipuan, diatur dalam pasal 378, jo pasal 64 ayat (1) KUHP. “Menuntut terdakwa dengan hukuman penjara 3 tahun,” sebut Gusmira.

Sidang pun ditunda pekan depan, dengan agenda pembacaan pledoi tertulis oleh terdakwa. Salah satu korban penipuan terdakwa, Manten Aperi Simbolon menuturkan, belum cukup puas dengan tuntutan itu, serta berharap majelis hakim bisa lebih bijak dan menentukan putusan sesuai dengan perbuatannya.

“Kalau bicara puas, kurang puas juga. Tetapi saya inginkan dia dihukum berat, karena perbuatannya cukup merugikan saya sebagai pengusaha. Uang ratusan juta itu gak sedikit,” jelas Manten usai persidangan.

Manten menjelaskan, atas kejadian itu dirinya menelan kerugian sebesar Rp 705 juta atau setara dengan 70 ekor lembu yang tidak dibayar terdakwa. Ini dilakukan terdakwa pada bulan April 2019 lalu.

Sebelumnya, Kapolres Asahan, AKBP Faisal F Napitupulu saat paparan kasus penipuan itu, Kamis (2/1/2020) lalu, menjelaskan terdakwa dibekuk karena penipuan dengan total sebesar Rp970 juta terdiri 2 laporan.

Kepada salah satu korbannya, terdakwa bahkan meyakinkan diri sebagai Haji Zul, yang tak lain adalah ayah dari Walikota Tanjungbalai.

Adapun laporan pertama pembelian 25 ekor lembu dengan total Rp 280 juta, modusnya menggunakan bilyet giro kosong. Sementara satu laporan lagi pembelian 70 ekor lembu dengan nilai Rp 703 juta dan terdakwa tidak membayarnya dengan berbagai alasan. Selain itu, ada laporan yang sama di wilayah Kabupaten Batubra dan Labuhanbatu. (per/rah)

Tags

Berita lainnya

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close