Berita

Pengiriman Pekerja Indonesia ke Malaysia Disetop Selama Lockdown

JAKARTA, FaseBerit.ID–  Negara Malaysia menjadwal lockdown pada 18 Maret hingga 31 Maret mendatang. Langkah ini dilakukan untuk meminimalisir adanya penyebaran Covid-19.

Hal ini pun berimbas pada penyetopan pengiriman pekerja migran Indonesia yang hendak bekerja di Negeri Jiran tersebut. Sebab, bukan hanya dilarang masuk, namun warga Malaysia yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri juga tidak diperbolehkan.

“Tentu saja untuk penempatan ke sana akan tidak ada, Indonesia menghormati keputusan Malaysia,” kata Kepala Bagian Humas Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Dina Lutfia ketika dihubungi JawaPos.com, Selasa (17/3).

Dina menjelaskan bahwa per bulannya, Indonesia mengirimkan sebanyak 2.000 tenaga kerja ke Malaysia. Di mana hingga per Februari ini terdapat 4.939 pekerja migran Indonesia (PMI) yang dikirimkan sejak awal tahun lalu.

“Kita kan berdasarkan dari yang dia terdaftar sesuai prosedur ya, jadi sesuai SISKOTKLN (sistem komputerisasi tenaga kerja luar negeri) nah itu rata-rata (pengiriman) 2.000 pekerja untuk per bulan,” tuturnya.

Pihaknya juga akan melakukan pemantauan secara intensif dengan pemerintah Malaysia untuk memantau para tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berada di sana. Hal ini untuk menjaga agar warga negara Indonesia terbebas dari wabah virus tersebut.

“Kami secara intensif berkoordinasi dengan perwakilan RI di sana, dalam hal ini Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan KBRI untuk Malaysia terkait situasi di sana,” ujar dia.

Pihaknya pun mengimbau kepada para PMI yang bekerja di Malaysia untuk tetap waspada, tidak panik, dan tetap untuk menjaga kesehatannya.

“Jika tidak bekerja, PMI sebaiknya memilih untuk berada di rumah dan menghindari area keramaian-keramaian publik. Hingga saat ini BP2MI belum menerima laporan PMI di Malaysia yang terindikasi Covid-19,” tutup Dina.(jp)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button