Berita

Pengerjaan Proyek Pemko Siantar Lamban: Warga Merugi, Bikin Jembatan Sendiri

SIANTAR, FaseBerita.ID – Kehadiran proyek Pemko di akhir tahun membawa kegembiraan bagi seluruh lapisan masyarakat. Dimana fasilitas jalan kembali diperbaiki dan masyarakat nyaman.

Namun, disisi lain, proyek-proyek akhir tahun itu membuat masyarakat setempat mulai resah karena pengerjaan yang kurang efektif dan efesien.

Dimana pelaksaan proyek tersebut tidak sesuai prosedur dan bahkan dianggap pengerjaannya lamban. Sehingga banyak dari masyarakat mengeluh atas pengerjaan yang semakin semberaut.

Seperti pengerjaan drainase di Jalan Wahidin, Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar, yang lambat dan tak tepat waktu proses pengerjaannya.

Tak hanya itu saja, karena keterlambatan proyek tersebut, masyarakat setempat terpaksa mengeluarkan dana tersendiri untuk membuat jembatan penyebrangan di atas drainase yang telah direhab agar bisa dilewati kendaraan untuk masuk ke rumah masing-masing.

Seperti yang disampaikan beberapa warga kepada wartawan, Kamis (9/1) di seputaran Jalan Wahidin. Dimana setiap toko ataupun rumah terpaksa mengeluarkan dana besar untuk membangun kembali jembatan penyeberangan tiap rumah. Dengan kerugian mencapai satu juta rupiah.

“Kami terpaksa memperbaiki sendiri lah bang, daripada nungguin orang itu entah kapan siapnya. Padahal batas pembuatannya 31 Desember lalu,” sebut pria yang tidak mau disebut namanya itu.

Tak hanya itu saja, setiap rumah terpaksa membeli tanah penimbun dimana pinggiran drainae yang baru saja dibaut lebih tinggi dari aspal, hingga mencapai 20 cm di atas permukaan tanah.

Beberapa warga mengakui jika pembuatan jembatan tersebut terpaksa mereka mengeluarkan dana sekitar Rp500 ribu hingga Rp1 juta.

Mirisnya lagi, para pekerja proyek menawarkan apabila bersedia membuat jembatan penyeberangan tersebut harus diupahkan.

Amatan wartawan, dari paparan informasi yang telah disiapkan, disana tertera papan proyek dengan dana sebesar Rp1.335.088.500. Dengan penyediaan dana dari APBD anggaran 2019. Dan pihak penyediaan jsa dari CV Gapura Alam Parsada, dengan tenggang waktu 31 Desember 2019. (Mag-03)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button