Berita

Pengerjaan Jembatan Aek Sisira Parlilitan Diduga Salah Lokasi

HUMBAHAS, FaseBerita.ID –  Pengerjaan pembangunan (pelebaran) Jembatan Aek Sisira Kecamatan Parlilitan senilai Rp284.470.000 yang bersumber dari DAU TA 2019, diduga salah objek alias salah lokasi. Pasalnya, masyarakat disana mengaku jika Jembatan Aek Sisira berada di Desa Pusuk II Simaninggir, sementara jembatan yang dibangun serta dilebarkan ini bernama Jembatan Aek Margagan dan berada di Desa Sihas Dolok I.

S Sihotang warga disana yang kerap melintasi jembatan ini mengatakan, masyarakat tidak pernah mengenal jembatan sepanjang 4-5 meter yang dibangun tersebut bernama Jembatan Aek Sisira.

“Jembatan Aek Sisira panjangnya sekitar 15 meter dan berlokasi di Desa Pusuk II. Sepertinya ada yang disembunyikan pada kegiatan pembangunan jembatan ini. Papan proyeknya juga baru dibuat setelah pekerjaan rampung,” katanya, Kamis (30/1).

Sihotang juga mensinyalir adanya unsur perbuatan melawan hukum atas pengalihan objek pekerjaan itu karena bernuansa pengelabuan.

“Dengan pendekatan hitungan sederhana, rencana biaya pembangunan jembatan 15 meter dialihkan pada jembatan sepanjang 5 meter, ditambah dengan pembenahan fisik lain untuk membumbui, ini sudah sangat patut dicurigai. Bukan hanya itu, sepertinya pekerjaan tersebut baru selesai pekan lalu,” tukasnya.

Kepala Desa Sihotang Hasugian (Sihas) Dolok I Rumintan Hasugian, membenarkan bahwa jembatan itu adalah Jembatan Aek Margagan, bukan Jembatan Aek Sisira. “Yang saya tau, dari dulu nama jembatan itu jembatan Aek Margagan. Nama sungainya pun, sungai Aek Margagan. Saya tidak tau di mana Aek Sisira,” ujar Rumintan saat dikonfirmasi melalui ponselnya.

Disoal terkait perbedaan nomenklatur pekerjaan dengan lokasi obyek, Rumintan menjelaskan, selama masa pengerjaan proyek, pihak rekanan tidak menempelkan plank proyek. “Kalaupun bapak melihat di lokasi ada papan  proyek saat ini, itu baru ditempel setelah pekerjaan hampir rampung,” tukasnya.

Dia juga mengakui bahwa sesungguhnya pekerjaan tersebut baru selesai sekitar seminggu lalu. “Di kedua sisi jembatan dan jalan masih tergolek batu-besar. Maksudnya agar kendaraan tidak melaluinya. Itu kan cukup untuk menandakan proyek tersebut baru selesai dikerjakan,” katanya terheran dengan nada bertanya.

Terpisah, Camat Parlilitan Eliapzan Sihotang SSos MM juga menegaskan dan membenarkan, Jembatan Aek Sisira terletak di Desa Pusuk II Simaninggir tepatnya di Dusun Hutaimbaru. Lebih detail, Eliapzan menjelaskan, jembatan yang memiliki panjang sekitar lima belas meter itu merupakan perbatasan Desa Pusuk I dengan Desa Pusuk II Simaninggir.

Menurutnya, di Jembatan Aek Sisira tahun 2019 yang ada hanya pekerjaan tembok penahan tanah. Di mana, menurut salah seorang stafnya mengatakan, bahwa pekerjaan tersebut sampai sekarang belum selesai.

“Di sana (Jembatan Aek Sisira, red) ada juga pekerjaan tahun 2019. Namun bukan pelebaran jembatan. Itu pembangunan tembok penahan tanah dari BPBD,” tukas Eliapzan saat disambangi wartawan di rumah dinas camat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Jhonson ST MSi, melalui Kepala Seksi Perencanaan Jalan dan Jembatan, Benny Marbun yang juga merupakan pejabat pembuat komitmen (PPK) terkesan tidak koorporatif, meskipun sudah dihubungi melalui selulernya, bahkan dimintai pendapatnya melalui pesan singkat juga tidak merespon.

Sementara, Kepala Bidang Bina Marga yang menaungi pekerjaan ini, Gibson Panjaitan, Rabu (29/1), ditanyai melalui pesan singkat sekaitan dengan adanya dugaan pengalihan objek pekerjaan, justru bertanya kembali terkait sulitnya PPK dihubungi. “Dang diterge manang na somasuk do katua (tidak direspon atau selulernya tidak bisa dihubungi, red),” tulisnya di pesan WA. (sht/ahu)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button