Berita

Pengelolaan Air Bersih Amburadul KUPT S-PAM Soroti Perkim

HUMBAHAS, FaseBerita.ID – Sejumlah warga Desa Sihotang Hasugian Tonga, khususnya Dusun Huta Pinang, Pasar, Sosor Pasar Godung serta Dusun Janji di Desa Sionom Hudon Selatan, Kecamatan Parlilitan menyesalkana sistem pelayanan air bersih yang dikelola Unit Pelaksana Teknis (UPT) Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Humbahas.

Mereka menilai pengelolaan air bersih terkesan amburadul. Sudah dua bulan lebih, pasokan air ke rumah warga tidak terpenuhi akibat debet air dari sumber tidak mencukupi. Sehingga warga harus  mengambil air bersih  jauh dari rumah untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Meski demikian pihak pengelola tetap menambah jaringan distribusi bahkan menambah sambungan jaringan ke rumah warga. Diduga oknum petugas maupun pejabat mendapatkan profit (keuntungan) yang lebih besar dari kegiatan dimaksud, sehingga tidak pernah mempertimbangkan perbandingan kapasitas debet air yang masuk dengan jumlah pemakai.

Salahsatu warga yang tidak mau identitasnya dipulikasikan mengatakan, dirinya sangat mengeluhkan kondisi tersebut. Dikatakan, air mengalir tidak tertentu waktunya. Sehingga sering kecolongan untuk menampung. Padahal, bak penampungan air di rumahnya sudah dibongkar semenjak dirinya menjadi pelanggan air bersih yang dikelola UPT SPAM itu.

“Kadang air jalan jam dua dini hari. Kadang jam setengah lima dengan durasi (lamanya air mengalir) tedak lebih dari satu jam. Jadi, daripada mengharapkan air PAM yang tidak jelas, kami putuskan untuk mandi atau mengambil air bersih dari Pea kaca (sumber air di sekitar Parlilitan, red). Soalnya, kalau kita tanya petugas jawabannya seperti mengancam ‘Kalau tidak senang, biar saya cabut meterannya’ ujar warga Huta Pinang itu menirukan jawaban petugas, Sabtu (19/10/2019).

Senada dikatakan Pak Japasman Tinambunan, warga Dusun Janji. Parahnya lagi, di dusun tersebut seminggu air hanya mengalir lebih kurang satu jam. Situasi yang tidak menyenangkan tadi sudah berlangsung lebih kurang dua bulan.

“Bahkan sampai detik ini, setetes air pun tak mengalir di sana,” ujar Pak Japasman saat berbincang- bincang di salah satu warung di Sikualkual II, Minggu (20/10/2019).

Dia sangat berharap instansi terkait dapat segera mengatasi kesulitan yang dialami warga. “Jujur, sudah dua tahun semenjak saya jadi pelanggan air bersih, kami belum pernah merasa puas akan pelayanan pengelola air bersih ini,” ketusnya.

Sementara itu, Kepala UPT SPAM Eliston Silalahi saat dikonfirmasi mengakui hal tersebut. Menurutnya, penyaluran air bersih di Parlilitan terpaksa digilir karena debet air dari sumber tidak mencukupi.

Ditanya terkait penambahan instalasi jaringan distribusi masih berlangsung sampai saat ini, padahal jelas-jelas air tidak mencukupi, Eliston dengan gamblang mengatakan bahwa hal itu bukan urusannya. Akan tetapi, urusan Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman (Perkim).

“Bukan kami yang membangun itu. kalau kami yang membangun, tentunya kami tidak akan mau. Karena pada prinsipnya, debit air yang harus ditambah lebih dahulu. Setelah itu baru kita tambah jaringan. Jadi, mengenai penambahan jaringan yang sedang berjalan, silahkan koordinasi ke Perkim. Tugas kami hanya pengelolaan dan perawatan,” pungkasnya. (sht/osi)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close